Ucapan Serius Ayah Prada Lucky ke Jenderal Bintang 2: Saya Kehilangan Anak, Dia Tidak akan Kembali

Dia menegaskan untuk mencari kebenaran dan keadilan atas kematian anaknya.

oleh Ola KedaDiperbarui 12 Agustus 2025, 14:59 WIB
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Serma Christian Namo

Liputan6.com, Jakarta Ayah Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), Serma Christian Namo berbicara serius di hadapan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Dia menegaskan untuk mencari kebenaran dan keadilan atas kematian anaknya.

"Saya sudah kehilangan anak saya, Bapak. Mau buat bagaimana pun, dia tidak akan kembali, Bapak. Saya cuma mencari kebenaran dan mendapat keadilan," kata Christian saat dikunjungi Piek, Kota Kupang, NTT, Senin (11/8).

Jenderal TNI bintang dua itu merangkul pundak Christian. Dengan khusyuk dia memperhatian setiap omongan Christian.

"Mulai pada saat anak saya meninggal, sampai dengan saat ini, Bapak, biar semua dunia tahu. Dan seluruh yang namanya manusia tahu. Oleh ini, saya tidak mencari, dalam hati, untuk pribadi, Bapak," ucapnya.

Christian mengaku tidak menyalahkan semua pihak, atas peristiwa malang yang menimpa anaknya.

"Dan mungkin dalam hati saya sebagai tentara, Bapak, jiwa saya merah putih. Ingin saya tidak pernah bilang menyalahkan siapa-siapa. Mungkin apabila ada kata-kata saya yang salah, saya sebagai manusia, saya ungkapkan semua dengan hati," terang Christian.

Ayah Prada Lucky Emosi

Sebelumnya, Christian tidak kuasa lagi menahan emosi. Bagaimana tidak, putra tercintanya yang dibesarkan sepenuh hati meninggal dunia dengan cara dianiaya.

Christian menuntut keadilan atas kematian anaknya. Bahkan, sampai harus mati pun dia tak takut untuk mencari keadilan.

"Nyawa saya taruhan. Saya mati dulu baru masalah ini selesai. Selama saya hidup, saya kejar terus," kata Christian.

Dia meminta lebih baik Indonesia bubar saja jika tidak mampu menghadirkan keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dia tampak benar-benar emosi mengetahui anaknya tewas dengan penuh luka di tubuhnya.

"Kalau sampai tidak terdapat keadilan, Indonesia bubar! Merah putih! Bakar saja! Bakar ini merah putih! Bubarkan negara! Siapa yang berani tes mulut saya? Ayo mari sini, saya lawan," katanya penuh emosi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya