Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melihat peluang peningkatan daya saing dari perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Peru, khususnya dalam mengakses pasar Amerika Latin dan sekitarnya.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, mengatakan pentingnya Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) ini. Perdagangan dengan Peru akan membuka akses ke negara-negara di kawasan Amerika Latin maupun Amerika Tengah. Ada beberapa negara yang bisa diakses lewat jalur ini.
Advertisement
"Kami juga melihat bahwa apabila kita membuat CEPA dengan Peru, ini akan memberikan daya saing yang lebih baik bagi produk-produk Indonesia, khususnya untuk produk-produk yang bernilai tambah ataupun yang olahan dan pasarnya juga cukup besar," kata Djatmiko dalam Media Briefing di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Dia menjelaskan, posisi Peru yang strategis bisa memperluas perdagangan RI ke Amerika Latin. Mengingat kebijakan perdagangan Peru yang terbuka, peluang tersebut semakin besar.
"Bisa menjadi pintu gerbang untuk produk-produk yang berasal dari Indonesia. Kita melihat ini bisa digunakan sebagai peluang untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia, khususnya ke kawasan Amerika Latin," ujarnya.
"Jadi kita tidak hanya mengandalkan Chile, karena Amerika Latin itu kan besar sekali, dari sisi populasi, pasar, maupun jumlah ekonomi. Kalau kita hanya mengandalkan Chile, ya terlalu sedikit," sambungnya.
Punya Potensi
Masih banyak kawasan ataupun ekonomi yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia ke Amerika Latin. Peru tercatat berbatasan dengan beberapa negara potensial seperti Chile, Bolivia, Kolombia, Venezuela, dan Ekuador. Dengan begitu, perluasan perdagangan RI ke kawasan ini tidak sebatas bergantung pada Chile yang perjanjian dagangnya sudah lebih dahulu diteken.
"Selama ini banyak produk-produk yang kita ekspor ke Chile, akhirnya sampai ke Peru. Sehingga pemerintah melihat bahwa Peru memiliki potensi luar biasa untuk kita kerjasamakan dalam konteks meningkatkan akses pasar di bidang perdagangan," urainya.
Saling Melengkapi
Terkait komoditas yang masuk dalam perjanjian dagang, Djatmiko mengatakan tidak ada yang saling berlawanan. Bahkan, kedua negara cenderung saling melengkapi kebutuhan komoditasnya.
"Complementarity-nya sangat bagus, jadi kita tidak bersaing secara head-to-head. Walaupun mungkin ada satu-dua sektor yang mereka memiliki industrinya, kita juga memiliki industrinya, tapi kita sudah sepakat untuk saling melengkapi," tuturnya.
"Dan memang di dalam persetujuan Indonesia dengan Peru ini juga ada beberapa yang sifatnya cukup sensitif, sehingga kita memberikan fokus kepada produk-produk lain yang bisa saling melengkapi," tambah Djatmiko.
IP-CEPA Resmi Diteken
Sebelumnya, Indonesia dan Peru resmi menyepakati Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IP-CEPA). Perjanjian ini ditandatangani saat Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Prabowo dan Presiden Dina Boluarte menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama. Dokumen tersebut ditunjukkan oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso usai pertemuan bilateral.
"Saya menyambut dengan sangat hangat penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Peru, CEPA, Comprehensive Economic Partnership Agreement," kata Prabowo saat menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Dina Boluarte di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Perluas Akses Pasar
Menurut Prabowo, IP-CEPA akan memperluas akses pasar dan meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia–Peru. Ia mengapresiasi cepatnya proses perundingan IP-CEPA yang hanya memakan waktu 14 bulan.
"Perjanjian ini akan memperluas akses pasar serta meningkatkan aktivitas perdagangan kedua negara. Biasanya perundingan ini memakan waktu bertahun-tahun, tapi Peru dan Indonesia berhasil menyelesaikan perjanjian ini dalam 14 bulan," jelasnya.
"Di semua sektor kita akan bekerja sama untuk meningkatkan perdagangan di antara kedua negara kita," sambung Prabowo.