Membedah Kurikulum Kesehatan Dasar yang Getol Diusulkan Menkes ke Mendikdasmen Agar Masuk ke Sekolah

Menkes yakin apabila kurikulum tentang kesehatan dimasukkan ke dalam ranah pendidikan, maka kesadaran masyarakat tentang kesehatan akan jauh lebih baik.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 12 Agustus 2025, 00:02 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat di Istana Kepresidenan bahas pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (Foto: Dok Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sedang mengupayakan dan membujuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti agar memasukkan kurikulum kesehatan dasar ke setiap satuan pendidikan.

"Kita sedang membujuk Pak Mendikdasmen agar menjadikannya kurikulum wajib," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kota Padang, Sumatera Barat. Demikian dikutip dari Antara, Senin (11/8/2025).

Materi Kurikulum Kesehatan Dasar

Menkes Budi Gunadi Sadikin dukung kurikulum kebidanan baru agar bidan lebih berperan aktif sejak pra-kehamilan, demi tekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. (Foto: Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI/Nusirwan)

Menkes mengatakan, adapun materi dalam kurikulum tersebut antara lain, anak didik akan diajarkan cara bertindak ketika menghadapi situasi tidak terduga. Seperti gempa bumi, menangani diri sendiri ketika terluka, pentingnya menjaga higienis, dan lain sebagainya.

Bahkan dalam kurikulum tersebut, kata dia, anak didik juga diajarkan untuk menegur atau menjelaskan kepada masing-masing orang tua perokok terkait bahaya terpapar asap rokok.

"Jadi, tujuannya agar setiap orang itu sejak dini sudah memahami pentingnya menjaga kesehatan," kata Menkes.

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Kesehatan

Menkes Budi saat kick off CKG Sekolah di SMPN 5 Kota Bandung, Jawa Barat. (Dok Kemenkes RI)

Pendidikan tentang kurikulum kesehatan tersebut sudah dikerjakan dan diimplementasikan oleh Kemenkes pada 2023 yang bekerja sama dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang pada saat itu dijabat oleh Nadiem Anwar Makarim.

Budi menyakini, apabila kurikulum tentang kesehatan dimasukkan ke dalam ranah pendidikan, maka kesadaran masyarakat tentang kesehatan akan jauh lebih baik.

Di kesempatan yang sama, Menkes Budi mengatakan menjaga tubuh tetap sehat merupakan tindakan promotif dan preventif. Sementara mengobati orang sakit adalah tindakan kuratif.

Oleh karena itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk Dinas Kesehatan di provinsi, kabupaten dan kota, didorong untuk memasifkan sosialisasi pola hidup sehat, skrining kesehatan dan sebagainya agar masyarakat tidak jatuh sakit.

Dia lantas mencontohkan keberhasilan Singapura dalam aspek kesehatan. Rata-rata penduduk di negara tersebut berusia 84 tahun atau lebih lama bila dibandingkan dengan Amerika Serikat yakni 79 tahun yang biaya kesehatannya jauh lebih tinggi.

Hal itu tidak lepas dari keberhasilan pemerintah Singapura dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya