Banding Ditolak, Crystal Palace Tetap Gagal Tampil di Liga Europa

Harapan Crystal Palace untuk kembali ke Liga Europa resmi pupus. Gugatan klub berjuluk The Eagles ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi ditolak, memastikan mereka harus puas tampil di UEFA Conference League musim ini.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 11 Agustus 2025, 19:41 WIB
Crystal Palace successfully defeated Liverpool in a penalty shootout drama 3-2 after a 2-2 draw in normal time, winning the 2025 Community Shield title.

Liputan6.com, Jakarta Harapan Crystal Palace untuk kembali ke Liga Europa resmi pupus. Gugatan klub berjuluk The Eagles ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi ditolak, memastikan mereka harus puas tampil di UEFA Conference League musim ini.

Keputusan ini menjadi kelanjutan dari sanksi UEFA bulan lalu yang menurunkan Palace ke kasta ketiga kompetisi Eropa.

Badan sepak bola Eropa itu menilai klub masih berada dalam grup kepemilikan yang sama dengan Lyon setelah batas waktu pelepasan saham pada 1 Maret, meski mayoritas pemilik Eagle Football Holdings, John Textor, mengklaim telah menjual kepemilikannya.


Alasan CAS Tolak Banding Crystal Palace

Selebrasi Ismaila Sarr usai mencetak gol di laga Community Shield antara Crystal Palace vs Liverpool di Stadion Wembley, Minggu (10/08/2025) malam WIB. (AP Photo/Dave Shopland).

Dalam sidang langsung di Lausanne, Swiss, panel CAS menyimpulkan bahwa Textor masih memiliki saham dan posisi strategis di dewan kedua klub saat penilaian UEFA dilakukan.

Argumen Palace soal perlakuan tidak adil dibanding Lyon dan Nottingham Forest pun dimentahkan.

Dengan putusan ini, Nottingham Forest tetap di Liga Europa, sementara Palace harus mengalihkan fokusnya ke Conference League.


Ironi Crystal Palace

Skuad Crystal Palace merayakan sukses jadi juara Community Shield 2025. (Glyn KIRK / AFP)

Ironisnya, kabar pahit ini datang hanya sehari setelah Palace menjuarai Community Shield dengan menaklukkan Liverpool lewat adu penalti di Wembley.

Pelatih Oliver Glasner mencoba meredam kekecewaan timnya. “Tidak. Para pemain tidak terpengaruh isu di luar lapangan. Besok kami tak bisa mengubah apa-apa, jadi malam ini kami rayakan, besok kembali latihan,” ujarnya.

Kiper Dean Henderson, yang menjadi pahlawan di babak adu penalti, tak menutupi kekecewaannya. “Kami memenangkan Piala FA, kami layak berada di Liga Europa. Yang diraih di lapangan seharusnya dihargai,” katanya.

Kini, mimpi fans Palace untuk melihat tim kesayangan mereka berlaga di Liga Europa setelah penantian lebih dari seabad harus tertunda, meski pesta juara Community Shield masih hangat terasa.

Sumber: The Sun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya