Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, puzzle mungkin hanyalah sebuah permainan sederhana yang menguji kesabaran. Namun, di tangan Meliza Maria, penulis yang dikenal dengan karya-karya bertema psikologi, puzzle bertransformasi menjadi metafora mendalam tentang kehidupan itu sendiri.
Melalui novel terbarunya yang berjudul "Tidak Berdiri Sendiri", Meliza mengajak pembaca untuk mengikuti perjalanan batin Lilith, seorang perempuan yang menemukan makna hidupnya justru dari potongan-potongan puzzle yang ia susun.
Advertisement
Setiap kepingan bukan sekadar bagian dari sebuah gambar, melainkan simbol dari pengalaman, tantangan, dan pelajaran hidup yang menunggu untuk ditemukan tempatnya.
Novel ini secara unik memadukan narasi fiksi dengan nilai-nilai psikologi, pengamatan sosial, dan filosofi hidup yang relevan. Kehadiran "Tidak Berdiri Sendiri" menjadi sebuah angin segar di tengah deretan novel yang beredar, sebab ia tidak hanya menghibur, melainkan juga berfungsi sebagai panduan emosional yang membimbing pembaca untuk lebih memahami diri mereka.
Meliza Maria meyakini, melalui Lilith, pembaca dapat merenungi bahwa setiap kegembiraan, kehilangan, dan perjuangan adalah bagian penting dari gambaran besar kehidupan yang sedang kita rangkai. Bahkan, kepingan yang tampak "tidak cocok" di awal, pada akhirnya akan menemukan tempatnya di waktu yang tepat.
"Permainan ini membuatku mengenal diriku sendiri dengan cara yang sangat menyenangkan. Untuk itu aku tahu, aku harus terus merangkai kepingan," ujar Meliza, dalam rilis yang diterima Liputan6.com.
Bukan Nama Baru
Meliza Maria bukanlah nama baru di dunia literasi Indonesia, khususnya dalam genre yang mengangkat tema psikologi dan parenting. Novel "Tidak Berdiri Sendiri" merupakan karya keduanya, menyusul kesuksesan novel pertamanya, Aku dan Bintang (2023), yang telah mendapatkan sambutan positif dari para pembaca.
Meliza memiliki rekam jejak yang konsisten dalam menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan pesan moral dan psikologis. Sejak kecil, kecintaannya pada dunia buku sudah terlihat jelas, di mana ia menjadikan toko buku sebagai tempat hiburan favoritnya.
Dengan novel "Tidak Berdiri Sendiri", Meliza sekali lagi mengajak pembacanya untuk menyelami cerita yang menghibur sekaligus menginspirasi.
Ia mengingatkan bahwa setiap kepingan pengalaman yang kita susun adalah bagian dari proses pembangunan gambaran utuh tentang siapa diri kita sebenarnya.
Novel ini adalah bukti bahwa Meliza Maria adalah penulis yang memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu emosional dan psikologis manusia, menjadikannya salah satu suara penting dalam literatur kontemporer Indonesia.