Jember Fashion Carnival 2025 Catatkan Sejarah, Gus Fawait Janjikan Gelaran Lebih Megah Tahun Depan

Gelaran Jember Fashion Carnival (JFC) 2025 ) berlangsung spektakuler dan memukau ribuan penonton yang memadati Jalan Sudarman.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 11 Agustus 2025, 06:14 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait di acara Puncak Jember Fashion Carnival (JFC) 2025.

Liputan6.com, Jember Puncak Jember Fashion Carnival (JFC) 2025 di era kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Darling, tercatat sebagai gelaran terbesar sepanjang sejarah karnaval. Grand Carnival pada Minggu, 10 Agustus 2025, dimulai dari Alun-Alun Jember Nusantara dan berparade menuju Gedung Serbaguna Jember. 

Ribuan penonton memadati rute karnaval untuk menyaksikan parade busana spektakuler karya anak-anak muda Jember yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional. Acara dibuka dengan sambutan Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Ni Luh Puspa.

Bupati Jember Muhammad Fawait di acara Puncak Jember Fashion Carnival (JFC) 2025.

Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan JFC dan sektor pariwisata daerah.

“Sekarang mata seluruh Indonesia bahkan dunia mengarah pada Kabupaten Jember berkat anak-anak muda yang tergabung di JFC. Tahun ini adalah JFC terbesar, dan tahun depan harus lebih besar lagi,” ujar Bupati Gus Fawait.

Presiden JFC Budi Setiawan menyebut JFC 2025 sebagai gelaran paling spektakuler sejak pertama kali diadakan

“Alhamdulillah, Yang Maha Kuasa memberikan kesempatan kepada kita untuk menggelar pertunjukan spektakuler seperti yang baru saja kita saksikan bersama. Setiap tahun kami berupaya menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan tahun ini terbukti menjadi yang terbesar sepanjang sejarah JFC,” ujarnya.

Budi menambahkan, keistimewaan JFC 2025 tidak hanya terletak pada kemegahan kostum, tetapi juga pada kolaborasi besar yang terjalin antara desainer muda, peserta karnaval, tim kreatif, dan seluruh pendukung acara. 

“Yang spektakuler bukan hanya kostumnya, tetapi kolaborasi semua komponen di sini. Semua pihak yang terlibat bekerja dengan dedikasi tinggi untuk menghadirkan karya yang mengangkat nama Jember di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya.

Jember Fashion Carnival Artwear 2025: Rossa & Kembang Api Jepang

Jember Fashion Carnival 2025.

JFC Artwear 2025 menjadi magnet perhatian publik, sehari sebelum puncak acara, Sabtu malam (9/8/2025). Jalan Sudarman berubah menjadi panggung terbuka, memamerkan karya busana yang memadukan estetika, budaya, dan isu kontemporer.

Deputi Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa JFC Artwear adalah panggung kreatif di mana seni dan fashion bersatu membentuk ekspresi yang unik, penuh warna, dan sarat makna.

“Busana yang ditampilkan para talent JFC membawa pesan budaya, alam, sejarah, hingga isu-isu kontemporer, disampaikan dengan cara yang indah dan menawan,” ujar Yuke.

Salah satu momen yang paling memikat penonton adalah penampilan Diva Pop Indonesia, Rossa atau yang akrab disapa Teteh Ocha. Suaranya yang khas memeriahkan suasana malam, membuat penonton larut dalam euforia. Puncak kemegahan malam minggu ditandai dengan pertunjukan kembang api (fireworks) spektakuler yang didatangkan langsung dari Jepang. 

Menariknya, seluruh biaya pertunjukan kembang api ini tidak menggunakan APBD Pemerintah Kabupaten Jember, sehingga menjadi bentuk kolaborasi kreatif yang murni dari dukungan mitra dan sponsor. 

Pemda Siap Aktivasi Bandara pada 17 Agustus 2025

 

Jember Fashion Carnival 2025.

Bupati yang akrab disapa Gus Darling, menyampaikan tekadnya agar JFC tahun depan lebih megah. Ia mengumumkan rencana aktivasi kembali Bandara Jember pada 17 Agustus 2025 dengan penerbangan langsung Jember–Jakarta untuk mempermudah akses wisatawan.

Selain itu, ia mempromosikan komoditas unggulan Jember seperti kopi, cokelat, dan cerutu yang telah menembus pasar internasional. “Sekarang mata seluruh Indonesia bahkan dunia tertuju ke Jember. Tahun depan harus lebih besar lagi,” tegasnya.

Wamenparekraf Ni Luh Puspa memberikan penghormatan kepada mendiang Dynand Faris, pendiri sekaligus visioner JFC, yang telah menjadikan Jember panggung karnaval dunia.

“Almarhum Mas Dynand Faris bukan hanya pendiri, tetapi visioner yang mengangkat nama Jember hingga mendunia. Karyanya menginspirasi kita semua,” ungkap Ni Luh.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Jember atas semangat kolaborasi yang membuat JFC tetap eksis bahkan di masa pandemi, dan menegaskan bahwa JFC telah lima kali berturut-turut masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) dan selalu berada di 10 besar.

Menurutnya, JFC bukan sekadar atraksi budaya, melainkan motor penggerak wisata yang berdampak pada ekonomi daerah. Kemenparekraf pun berkomitmen memberi dukungan penuh untuk pengembangannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya