Bangun Kedokteran Presisi, Kemenkes Gandeng IPB Perkuat Riset dan Pemanfaatan Genomik Bidang Kesehatan

Optimalisasi pendekatan genomik dalam bangun kedokteran presisi dan ketahan pangan berkelanjutan, Kemenkes jalin kerja sama dengan IPB University.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 11 Agustus 2025, 09:00 WIB
Bangun Kedokteran Presisi, Kemenkes Gandeng IPB Perkuat Riset dan Pemanfaatan Genomik Bidang Kesehatan. Foto: Sehat Negeriku.

Liputan6.com, Jakarta - Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjalin kolaborasi dengan IPB University.

Kolaborasi dijalin guna memperkuat riset dan pemanfaatan genomik di bidang kesehatan dan ketahanan pangan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya riset lintas sektor berbasis genetik.

“DNA manusia, tanaman, dan hewan memiliki dasar ilmu yang sama. Maka sinergi antara IPB, BB Biogen, dan Kementerian Kesehatan menjadi sangat penting dalam membangun kedokteran presisi dan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ucapnya dalam Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) Summit 2025 di Jakarta Selatan, Sabtu (2/8/2025).

Dia berharap kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi pangan berkualitas, produk peternakan yang lebih sehat, serta layanan kesehatan yang makin tepat sasaran.

Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IPB University melalui Fakultas Kedokteran (FK) dan Kemenkes.

Rektor IPB University, Profesor Arif Satria menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan masyarakat.

“IPB University siap mengembangkan community hub, yang tidak hanya berperan dalam riset, tetapi juga mengedukasi dan mendampingi masyarakat dalam memahami genomik, serta aplikasinya di bidang kesehatan,” katanya.

Saat ini, sambung Arif, IPB University terus memperluas inovasi berbasis genomik yang mencakup berbagai sektor—dari tanaman, hewan, hingga manusia.

 

Inovasi yang Lahir dari Pendekatan Genomik

Optimalisasi pendekatan genomik membuahkan hasil baik selama ini. Arif memberi beberapa contoh inovasi yang lahir dari pendekatan genomik di IPB.

“IPB University telah menghasilkan berbagai varietas unggul, seperti padi tahan salinitas, kentang berkualitas tinggi, hingga domba rendah kolesterol. Inovasi-inovasi ini lahir dari pendekatan genomik dan akan semakin kuat dengan dukungan lintas sektor,” jelasnya.

Ia mengatakan, IPB University kini sedang mengembangkan biobank sebagai pusat konservasi genetik, serta memperkuat bidang bioinformatika untuk menganalisis data genetika dari berbagai spesies.

“Kami bahkan sudah mulai memetakan gen-gen manusia berdasarkan etnisitas, karena dari gen-lah kita bisa memahami akar permasalahan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” ucapnya mengutip laman IPB University.

 

 

Bangun Ekosistem Genomik Nasional

Dalam keterangan yang sama, Dekan FK IPB University yang juga Ketua Asosiasi Genomik Indonesia (AGI), Dr dr Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG, menyambut baik kerja sama ini.

Ia menilai kolaborasi ini sejalan dengan semangat AGI untuk membangun ekosistem genomik nasional yang menghubungkan akademisi, industri, dan pemerintah.

Ia juga menekankan, komunitas genomik nasional terus mendorong pemanfaatan teknologi ini secara aplikatif di tengah masyarakat.

“Indonesia sangat membutuhkan peningkatan kualitas bibit pertanian dan peternakan. Kolaborasi ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan melalui pendekatan berbasis genomik,” ujarnya.

Infografis Skill Dokter Umum Bakal Ditingkatkan. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya