Pesona Kain Sasirangan Melebur Bersama Desain Busana Modern di Parade Wastra Nusantara 2025

Tidak hanya dipamerkan, kain sasirangan dari Kalimantan Selatan hadir dalam koleksi busana edgy kreasi desainer Irma Joenawinata di Parade Wastra Nusantara 2025.

oleh Naura RizkiawanDiterbitkan 09 Agustus 2025, 16:00 WIB
Di hari pertama gelaran Parade Wastra Nusantara 2025 diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari Cerita Wastra oleh Hj. Fathul Jannah Muhidin (Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Pesona kain sasirangan jadi salah satu penyemarak pembuka gelaran Parade Wastra Nusantara 2025, Jumat, 8 Agustus 2025. Tidak hanya dipamerkan, kain tradisional dari Kalimantan Selatan ini hadir dalam koleksi busana edgy kreasi desainer Irma Joenawinata.

Kombinasi antara motif klasik dan desain kontemporer melahirkan karya yang memukau, membuktikan bahwa wastra mampu bersaing di kancah internasional tanpa meninggalkan identitas aslinya. Proses pewarnaan alami, teknik ikat yang rumit, serta motif sarat makna jadi kekuatan utama dalam karya ini.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Fahtul Jannah Muhidin, mengatakan dalam sesi Cerita Wastra di Parade Wastra Nusantara 2025, Jumat, melansir FIMELA, "Kami ingin (kain) sasirangan tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tapi juga karya yang relevan dengan mode dunia saat ini."

Kain sasirangan adalah warisan suku Banjar yang dibuat dengan teknik rintang atau jelujur. Metodenya melibatkan penjahitan di bagian-bagian tertentu kain sebelum diikat menggunakan tali maupun benang sebagai perintang.

Dukungan dari Pusat hingga Daerah

Produk UMKM lokal Kalimantan Selatan di booth Parade Wastra Nusantara 2025©Adrian Putra/Fimela

Sasirangan mengemban sejarah dan warisan budaya yang mendalam, bahkan diyakini menyimpan kekuatan magis untuk keperluan pengobatan, serta upacara adat oleh masyakarat lokal. Langkah sasirangan menembus pasar internasional didukung penuh pemerintah pusat maupun daerah.

Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Neli Yana, menjelaskan, "Bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai sejarah. Wastra bagi kita adalah kekuasaan, bagian dari kriya, dan kriya adalah subsektor penyumbang PDB, tenaga kerja, investasi, dan ekspor terbesar di sektor ekonomi kreatif."

Ia menambahkan, "Kami punya pendampingan yang membantu UMKM on boarding di e-commerce. Kami juga menjangkau pejuang wastra di berbagai daerah, dan kami di Kemenekraf tidak bergerak sendiri."

Mengamini itu, Fathul berujar, "Sekarang zamannya media sosial. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak agar perajin bisa mengikuti tren dan menjangkau pasar nasional, bahkan internasional."

Sesi Fashion Show

Intip Cerita Wastra dari kain Sasirangan asal Kalimantan Selatan

Parade Wastra Nusantara tahun ini jadi ajang pertemuan Pemprov Kalimantan Selatan dan desainer IFC, Irmasari Joedawinata. Perancang busana asal Bandung ini mendapat kepercayaan untuk mengolah kain sasirangan jadi koleksi yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern.

Sebelumnya, desainer Ayu Dyah Andari juga pernah mengangkat sasirangan, menunjukkan fleksibilitas kain ini untuk berbagai gaya. Dalam sesi Selaras Wastra, kain sasirangan diubah jadi koleksi busana bertema "Echoes of Borneo."

Irmasari mengaplikasikan sasirangan ke dalam 10 tampilan yang terlihat yang edgy dan modern, dengan sentuhan feminin lewat aksen balon yang mulus. Beberapa siluet jaket juga dihadirkan sebagai interpretasi makna "keselamatan" di dalam kain Sasirangan.

Sesi fashion show ditutup Fathul dengan tampilan yang edgy. Irmasari merancang gaun renda hitam panjang berpotongan lebar, dilapisi long outer sasirangan warna hijau dan merah muda cerah dengan lengan terompet yang feminin.

Asa Go Global

Kain Sasirangan Khas Kalimantan Selatan Bersinar di Parade Wastra Nusantara 2025. (Fimela.com/Adrian Putra)

Fathul mengatakan, "Kami ingin kualitas perajin terus meningkat, pasarnya semakin luas, dan sasirangan benar-benar bisa go internasional."

Lewat panggung Parade Wastra Nusantara, kain sasirangan tampil bukan sekadar sebagai kain cantik, tapi identitas budaya yang dibalut dalam karya mode berkelas dunia. "Semoga ke depannya Kalimantan Selatan semakin sukses membina UMKM dan membuka peluang bagi tenaga kerja di sekitarnya," tandasnya.

Rangkaian agenda hari pertama Parade Wastra Nusantara 2025 telah berlalu kemarin, Jumat, 8 Agustus 2025. Event inisiasi Fimela.com dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) ini masih akan berlangsung hari ini, Sabtu (9/8/2025), dan besok, Minggu, 10 Agustus 2025.

Chief Content Officer (COO) KapanLagi Youniverse (KLY), Wenseslaus Manggut, dan Chief Editor Fimela.com, Ellyana Mae, kompak mengatakan bahwa acara ini merupakan wujud rasa cinta akan wastra Indonesia yang diharapkan tidak hanya mampu jadi kebanggaan di kancah nasional, namun meluas hingga panggung internasional.

Infografis Jenis-Jenis Wastra Indonesia.  (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya