Liputan6.com, Jakarta Satu dekade sudah gambaran bahayanya penggabungan kecerdasan buatan (AI) dan senjata dihadirkan dalam film Terminator. James Cameron memperingati bahanya hal tersebut jika sampai terjadi di dunia nyata.
Dilansir dari laman People pada Jumat (8/8/2025), lewat wawancaranya di Rolling Stone James Cameron mengungkapkan pendapat bahwa ada potensi terjadinya kiamat ala Terminator bila kecerdasan buatan digabungkan dengan persenjataan.
Advertisement
“Aku rasa masih ada bahaya dari kiamat ala Terminator saat kamu memadukan kecerdasann buatan dengan sistem persenjataan, bahkan sampai di level sistem persenjataan nuklir, serangan balik nuklir, dan semacamnya,” ujar peraih piala Oscar tersebut.
Sang sineas menambahkan bahwa produksi dalam industri modern sangat cepat serta dibutuhkan pengambilan keputusan yang cepat pula sehingga hal itu membutuhkan kececerdasan buatan untuk memproses semuanya.
“Mungkin kita akan cukup pintar dan bijak untuk tetap melibatkan manusia di dalam prosesnya. Tetapi manusia itu tetap bisa melakukan kesalahan, dan sudah banyak kesalahan yang telah menempatkan kita di ambang insiden internasional yang dapat menyebabkan perang nuklir,” lanjut Cameron.
Sudah Memperingatkan soal Hal ini
Sutradara film Titanic itu sudah pernah membicarakan perihal hal ini secara terang-terangan. Pada tahun 2023 ia angkat suara soal dampak dari film Terminator pertama yang dibintangi Arnold Schwarzenegger dan Linda Hamilton tersebut.
“Aku sudah memperingati kalian di tahun 1984, tetapi kalian tidak mendengarkan apa yang aku katakan,” tegasnya dalam wawancaranya di CTV News.
Garap Film Berdasarkan Buku Sejarah
Selain film populer fiksi ilmiah seperti Avatar: Fire and Ash serta dua sekuel film lainnya, James Cameron juga sedang menggarap sebuah film yang diadaptasi dari buku. Berdasarkan informasi dari laman People melalui Deadline, film yang diadaptasi dari buku sejarah karya Charles Pellegrino itu berjudul Ghosts of Hiroshima.
Diketahui bahwa Pellegrino bekerja sama dengan Cameron sebagai penasehat teknologi di film Titanic dan Avatar.
Ingin Menyampaikan Karya yang Menyentuh Hati
Cameron mengatakan bahwa jika ia menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna, maka ketika orang-orang akan pulang dengan kengerian di 20 menit pertama meninggalkan bioskop.
“Jadi tugasku bukan itu, tetapi bagaimana menghasilkan dan menyampaikan cerita ini dengan cara yang menyentuh hati. Tugasnya adalah menceritakannya seperti apa yang ada di buku aslinya. Cara yang bisa menarik perhatian dan seolah membuatmu masuk ke dalam dunia tokoh-tokohnya dan bisa merasakan empati untuk mereka,” kata Cameron mengenai adaptasi film yang mengisahkan tentang pengeboman di Hiroshima, Jepang.