Peringatan ASEAN Day: Anwar Ibrahim Tekankan Persatuan di Tengah Fragmentasi Ekonomi Global

Malaysia pegang keketuaan ASEAN tahun ini. Menurut Anwar Ibrahim, ini jadi periode penting dan penuh tantangan.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 08 Agustus 2025, 12:04 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Jumat (8/8/2025) menyoroti bahwa ekonomi global kini semakin terfragmentasi dan keputusan yang dulunya didorong faktor ekonomi kini semakin dipengaruhi pertimbangan geopolitik (Dok. Sekretariat ASEAN).

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pentingnya persatuan ASEAN di tengah fragmentasi ekonomi global dan meningkatnya pengaruh geopolitik terhadap perdagangan, investasi, dan teknologi.

Pernyataan itu ia sampaikan melalui rekaman video pada perayaan Hari ASEAN ke-58 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

"Dalam lingkungan ini, persatuan ASEAN menjadi lebih vital dari sebelumnya. Kemampuan kita untuk berbicara dengan jelas, berkoordinasi secara efektif, dan melindungi kepentingan bersama akan membentuk relevansi kita di tahun-tahun mendatang," kata Anwar.

Malaysia yang tahun ini memegang keketuaan ASEAN, disebut Anwar menghadapi periode penting dan penuh tantangan, tidak hanya dalam urusan internasional, tetapi juga dalam cara negara-negara di kawasan berdagang, bekerja, dan hidup.

Ia menyoroti bahwa ekonomi global kini semakin terfragmentasi dan keputusan yang dulunya didorong faktor ekonomi kini semakin dipengaruhi pertimbangan geopolitik.

Dalam situasi itu, ia menilai ASEAN harus beradaptasi dengan berbagai transisi, mulai dari digitalisasi hingga dekarbonisasi, dengan berinvestasi pada keterampilan, infrastruktur, dan kapasitas kelembagaan.

 

Anwar Ibrahim: ASEAN Mesti Tumbuh dengan Cara yang Lebih Inklusif

PM Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) berbicara dalam konferensi pers didampingi PM Kamboja Hun Manet (kiri) dan PM sementara Thailand Phumtham Wechayachai usai perundingan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7/2025). (Dok. Pool via AP/Mohd Rasfan)

Anwar memaparkan, ASEAN saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 670 juta penduduk dengan PDB gabungan hampir mencapai 4 triliun dolar AS, menempatkannya sebagai ekonomi terbesar kelima di dunia. Pada 2030, ASEAN diperkirakan bisa naik menjadi yang keempat.

Namun, ia mengingatkan skala ekonomi saja tidak cukup. "Kita harus tumbuh dengan cara yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan dirasakan bersama secara luas. Itulah fokus kepemimpinan Malaysia," ujarnya.

Anwar juga menegaskan komitmen Malaysia terhadap sentralitas ASEAN, termasuk menangani isu-isu sulit seperti situasi di Myanmar, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan konektivitas regional. Ia menyambut kemajuan proses keanggotaan Timor-Leste yang disebut akan melengkapi representasi Asia Tenggara di ASEAN.

"Semoga persatuan kita tetap kokoh. Dan semoga ASEAN terus berdiri sebagai contoh cemerlang perdamaian, kemajuan, dan kemitraan di kawasan kita dan di sekitarnya," tutup Anwar.

Infografis Lika-Liku Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya