Menlu Sugiono: Pulau Galang Disiapkan untuk Warga Gaza, Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Menlu Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia siap membuka pintu bagi warga Gaza yang membutuhkan perawatan.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 07 Agustus 2025, 17:35 WIB
Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Kamis (7/8/2025) di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta, menyampaikan bahwa Indonesia siap membuka pintu bagi warga Gaza yang membutuhkan perawatan (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia mempersiapkan Pulau Galang di Kepulauan Riau, sebagai lokasi pusat pengobatan bagi korban konflik di Gaza, khususnya anak-anak, perempuan, dan lansia yang membutuhkan perawatan medis.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Kamis (7/8/2025).

Menlu Sugiono menjelaskan, inisiatif ini berangkat dari komitmen Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke sejumlah negara Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia siap membuka pintu bagi warga Gaza yang membutuhkan perawatan, dengan syarat mendapat persetujuan dari semua pihak terkait.

"Presiden sudah menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk merawat korban dari Gaza, terutama anak-anak, orang tua, dan perempuan. Tapi tentu itu harus mendapat persetujuan dari semua pihak, baik negara-negara tetangga Palestina seperti Yordania dan Mesir, maupun otoritas Palestina sendiri," ujar Menlu Sugiono.

Ia menambahkan, komunikasi dengan berbagai pemimpin negara di Timur Tengah telah dilakukan. Namun, proses teknis dan koordinasi antar pihak masih terus berjalan. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan berbagai skenario, termasuk soal lokasi perawatan.

"Salah satu opsi yang kami siapkan adalah Pulau Galang. Di sana pernah dipakai sebagai fasilitas perawatan COVID-19, jadi infrastrukturnya sudah ada dan bisa dioptimalkan. Tapi kami juga sedang menjajaki alternatif lokasi lain," jelasnya.

 

Menlu Sugiono: Jumlah Warga Gaza yang Terima Perawatan di Indonesia Belum Final

Warga Palestina yang melarikan diri dari utara melalui jalan Salaheddine di distrik Zeitoun di pinggiran selatan Kota Gaza berjalan melewati tank-tank tentara Israel pada 24 November 2023 setelah gencatan senjata selama empat hari yang dimulai sejak pagi hari. (MAHMUD HAMS/AFP)

Menurut Menlu Sugiono, jumlah pasien yang akan ditampung belum ditetapkan secara final. Namun, pemerintah telah menyatakan kesiapan untuk merawat hingga seribu orang, termasuk kemungkinan kedatangan bersama anggota keluarga.

"Kita siapkan sampai seribu. Bisa jadi itu termasuk keluarganya. Intinya, kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, kita sudah siap," katanya.

Meski begitu, Sugiono menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final, baik soal waktu kedatangan maupun rincian teknis lainnya.

Prosesnya, kata dia, masih terus berjalan dan menunggu lampu hijau dari pihak-pihak terkait.

Infografis Respons Wacana Indonesia Disinggahi Korban Gaza Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya