Muktamar Halaqoh V, Ahmad Samsul Jadi Presidium Nasional Halaqoh BEM se-Indonesia

Ahmad optimis, kepemimpinannya bisa menjadi wadah dan pintu awal menjadikan kekuatan moral dan intelektual yang mengawal demokrasi, keadilan sosial serta berpihak kepada mahasantri dan masyarakat kecil.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 07 Agustus 2025, 16:48 WIB
Sidang Muktamar Halaqoh V BEM Pesantren se-Indonesia 2025 mendapuk Ahmad Samsul Munir dari Universitas Nurul Huda OKU Timur sebagai Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sidang Muktamar Halaqoh V BEM Pesantren se-Indonesia 2025 mendapuk Ahmad Samsul Munir dari Universitas Nurul Huda OKU Timur sebagai Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia. Ahmad meraih mayoritas suara setelah melalui sejumlah tahapan peraturan untuk mendapatkan rekomendasi dari beberapa wilayah.

“Sebagai presidium nasional yang terpilih secara sah, saya memiliki harapan yang sangat istimewa agar masa kepemimpinan bukan hanya soal simbol," ujar Ahmad usai terpilih seperti dikutip dari siaran pers.

Ahmad optimis, kepemimpinannya bisa menjadi wadah dan pintu awal menjadikan kekuatan moral dan intelektual yang mengawal demokrasi, keadilan sosial serta berpihak kepada mahasantri dan masyarakat kecil dengan tidak meninggalkan aksi nyata yang lebih adil, beradab, dan berpihak pada kebenaran.

Senada dengan itu, Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren sebelumnya, Gus Muhammad Naqib Abdulah, menyampaikan harapan besar kepada masa depan organisasi di kepengurusan yang baru terpilih.

“Saya percayakan kepada tangan pemimpin yang baru, pada gerakan mahasantri akan terus tumbuh menjadi lebih kuat, solid, dan berdampak nyata bagi mahasantri di Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia.

"Harapan saya dapat menjaga integritas gerakan, dapat merawat solidaritas dengan memperkuat peran mahasantri, serta melanjutkan agenda strategis dengan membawa inovasi trobosan yang relevan," ujar Gus Naqib.

Menurut dia, mahasantri meyakini estafet pada kepemimpinan bukan sekedar serah terima jabatan, melainkan bentuk dari keberlanjutan dari perjuangan-perjuangan mahasantri dari generasi ke generasi.

"Harapannya mampu merangkul semua mahasantri dari berbagai wilayah bahkan sampai keplosok sekalipun," dia menandasi.

 

Kawal Isu

Sebagai informasi, acara ditutup dengan seruan solidaritas mahasantri untuk tetap konsisten dalam mengawal isu-isu nasional dan memperkuat peran Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia sebagai ruang dan mitra pemerintah serta representasi suara mahasantri di Indonesia.

Diketahui, kegiatan dilakukan pada tanggal 31 Juli – 3 Agustus 2025 di Universitas Darunnajah yang berlokasi Ciledug Raya Jakarta Selatan. Kegiatan dihadiri seluruh BEM dari perguruan tinggi se-Indonesia. Selama acara diketuai oleh Moh. Aam Badrul Hikam dengan forum pleno.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya