Mengenal Trombektomi, Cara Angkat Bekuan Darah Penyebab Stroke Iskemik Tanpa Operasi Besar

Trombektomi adalah cara terkini angkat bekuan darah yang menyumbat aliran darah ke otak penyebab stroke iskemik.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 07 Agustus 2025, 10:00 WIB
Mengenal Trombektomi, Cara Angkat Bekuan Darah Penyebab Stroke Iskemik Tanpa Operasi Besar. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta - Trombektomi adalah prosedur minimal invasif yang bertujuan mengangkat bekuan darah dari arteri besar di otak.

Bekuan darah ini perlu diangkat karena merupakan penyebab utama stroke iskemik akut atau stroke karena sumbatan. Bekuan darah ini menghentikan aliran oksigen dan nutrisi ke otak, menyebabkan kematian sel-sel otak. Semakin cepat bekuan diangkat, semakin besar kemungkinan otak untuk pulih sehingga fungsi tubuh kembali normal.

Stroke iskemik terjadi saat aliran darah ke otak terhambat karena adanya sumbatan. Kalau tidak ditangani dengan cepat, bisa menyebabkan kerusakan otak permanen. Kabar baiknya, sekarang ada prosedur medis bernama trombektomi yang bisa membantu mengangkat sumbatan tersebut tanpa operasi besar,” kata dokter spesialis neurologi/saraf RS EMC Grha Kedoya, dr. Sigit Dewanto, Sp.N, FINS, FINA, mengutip laman EMC, Kamis (7/8/2025).

Sigit menambahkan, prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis saraf intervensi. Melalui sayatan kecil, biasanya di selangkangan, sebuah kateter dimasukkan dan diarahkan ke bekuan darah di otak. Menggunakan alat canggih dan modern tanpa dilakukan operasi besar.

“Dalam penanganan stroke, ada istilah penting yang selalu ditekankan: ‘waktu adalah otak’ (time is brain). Setiap menit keterlambatan dalam mengembalikan aliran darah ke otak berarti semakin banyak sel otak yang rusak secara permanen,” jelas Sigit.

Trombektomi memberikan jendela waktu yang lebih luas dibandingkan dengan terapi obat pengencer bekuan darah (trombolitik) yang hanya efektif dalam beberapa jam pertama setelah gejala muncul.

 

Pentingnya Kenali Gejala Stroke

Trombektomi umumnya dapat dilakukan hingga 24 jam setelah timbulnya gejala stroke. Inilah mengapa kesadaran akan gejala stroke dan kecepatan untuk mencari pertolongan medis adalah faktor penentu keberhasilan.

“Mengingat pentingnya kecepatan dalam penanganan stroke, sangat vital bagi kita semua untuk mengenali gejalanya. Ingatlah ‘FAST’ yang mudah diingat,” ujar Sigit.

FAST merupakan singkatan dari:

  • Face droop (wajah melorot): Salah satu sisi wajah terlihat kendur atau tidak simetris.
  • Arm weakness (lengan lemah): Salah satu lengan terasa lemas atau mati rasa, sulit diangkat.
  • Speech difficulty (kesulitan bicara): Bicara cadel, pelo, atau sulit menemukan kata-kata yang tepat.
  • Time to call emergency (waktu untuk menghubungi gawat darurat): Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa pasien ke rumah sakit terdekat.

 

Kriteria Pasien yang Membutuhkan Trombektomi

Trombektomi direkomendasikan bagi pasien stroke iskemik akut yang memenuhi kriteria tertentu, seperti:

  • Memiliki sumbatan pada pembuluh darah arteri besar di otak.
  • Gejala stroke baru muncul dan masih dalam "jendela waktu" yang memungkinkan (umumnya hingga 24 jam).
  • Kondisi umum pasien memungkinkan untuk menjalani prosedur.

Penentuan apakah seseorang memenuhi syarat untuk trombektomi akan dilakukan oleh tim dokter berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, neurologis, pencitraan otak (CT scan atau MRI), dan kondisi medis lainnya.

Infografis gejala dan penyebab stroke. Source: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya