Gempa Dahsyat Rusia Picu Parade Letusan Gunung Berapi

Parade letusan gunung berapi di Kamchatka merupakan fenomena langka.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 07 Agustus 2025, 07:45 WIB
Gempa magnitudo 8,8 mengguncang wilayah Kamchatsky, Rusia, pada Rabu (30/7/2025) pagi waktu setempat. (Dok. Tangkapan layar USGS)

Liputan6.com, Moskow - Gempa dahsyat di Kamchatka, Rusia, pada 29 Juli 2025 memicu rangkaian aktivitas vulkanik luar biasa di kawasan tersebut. Institut Vulkanologi dan Seismologi Cabang Timur Jauh Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (RAS) menyebutkan, gempa magnitudo 8,8 yang mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka itu telah menyebabkan tujuh gunung berapi di wilayah tersebut kembali aktif.

RAS menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam hampir 300 tahun tujuh gunung berapi meletus secara bersamaan di wilayah tersebut. Direktur institut, Alexey Ozerov, menggambarkan situasi ini sebagai fenomena yang sangat langka yang dapat disebut sebagai "parade letusan gunung berapi". Demikian seperti dilansir ABC News.

Di antara gunung berapi yang meletus adalah Klyuchevskoy, yang menurut Tim Tanggap Letusan Gunung Berapi Kamchatka menyemburkan abu pada Selasa (5/8).

Layanan Geofisika Terpadu RAS Cabang Kamchatka mengungkapkan bahwa gempa juga telah menyebabkan bagian selatan Semenanjung Kamchatka bergeser ke arah tenggara, dengan pergeseran terbesar mencapai hampir dua meter.

Letusan-letusan yang terjadi saat ini muncul setelah aktivitas vulkanik di Gunung Krasheninnikov, yang dalam minggu lalu mengeluarkan aliran lava untuk pertama kalinya dalam hampir 600 tahun.

Pejabat setempat mengungkapkan bahwa gunung ini terakhir kali mengeluarkan lava pada tahun 1463.

"Kami mengaitkan letusan-letusan ini dengan gempa tersebut, yang telah mengaktifkan pusat-pusat magma dan memberi mereka energi tambahan," tutur Ozerov.

Gunung Krasheninnikov terletak kurang dari 241 kilometer dari pusat gempa Rusia.

Salah Satu Gempa Terkuat

Orang-orang meninggalkan pantai di Oahu, Hawaii, Amerika Serikat, setelah gempa 8,8 di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025) memicu peringatan tsunami dan perintah evakuasi. (Dok. Eugene Tanner/AFP)

Gempa Rusia merupakan salah satu yang paling kuat yang pernah tercatat, sekaligus yang terbesar di dunia sejak tahun 2011. Lindu memicu peringatan tsunami dari Jepang hingga Hawaii dan Pantai Barat Amerika Serikat.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), aktivitas vulkanik merupakan hal yang umum di Semenanjung Kamchatka, yang menjadi rumah bagi 29 gunung berapi aktif. Dari jumlah itu, sebut RAS, tiga gunung yang saat ini sedang meletus sebelumnya berada dalam kondisi tidak aktif.

Situs web Cagar Alam Kronotsky menyebutkan, letusan dahsyat dimulai pada Minggu (3/8) pukul 06.00 waktu setempat, yang mendorong evakuasi personel di wilayah tersebut.

Kementerian Situasi Darurat Rusia (EMERCOM) menyatakan bahwa tidak ada permukiman yang berada di jalur sebaran abu dari Gunung Klyuchevskoy dan tidak ada kelompok wisatawan yang terdaftar berada di sekitar kawasan gunung tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya