Gaet AS, Xolare RCR Energy Dorong Pengembangan Carbon Capture

Indonesia dinilai memiliki potensi investasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) lebih dari USD 3 miliar hingga 2035.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiperbarui 06 Agustus 2025, 12:50 WIB
Ilustrasi Carbon Capture. (Foto by AI) 

Liputan6.com, Jakarta - PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA), perusahaan publik Indonesia di bidang infrastruktur energi, mengumumkan kemitraan eksklusif dengan perusahaan Amerika Serikat yang bergerak di strategi iklim dan solusi karbon, Apolpo LLC, untuk mendorong pengembangan proyek Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di Indonesia.

Melalui perjanjian jangka panjang ini, PT Xolare RCR Energy Tbk ditunjuk sebagai perwakilan eksklusif Apolpo LLC di Indonesia. Dengan tanggung jawab untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan inisiatif CCUS yang mendukung dekarbonisasi sektor-sektor utama, seperti energi, manufaktur, dan industri berat.

Direktur Utama PT Xolare RCR Energy Tbk Mochamad Bhadaiwi menyatakan antusiasmenya dalam memasuki sektor manajemen karbon secara proaktif.

"Melalui kolaborasi eksklusif dengan Apolpo, kami ingin membuka peluang investasi besar dan mengembangkan solusi CCUS berskala nasional yang mendukung transisi energi Indonesia," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Rabu (6/8/2025).

Bhadaiwi menjabarkan, kemitraan ini hadir di tengah peluang pasar yang berkembang pesat. Berdasarkan riset pasar, nilai pasar global CCUS diperkirakan akan mencapai USD 17,5 miliar pada 2030. Dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 19 persen, didorong oleh regulasi internasional dan komitmen net-zero.

Di tingkat nasional, Indonesia dinilai memiliki potensi investasi CCUS lebih dari USD 3 miliar hingga 2035. Sebagaimana tercantum dalam Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) dan didukung oleh analisis IEA serta Bank Dunia.

 

Kelayakan Ekonomi Semakin Jelas

Ilustrasi Carbon Capture and Storage. (Foto by AI)

Principal dari Apolpo LLC Joel B Carboni menilai, kelayakan ekonomi proyek CCUS saat ini semakin jelas, khususnya di Indonesia.

"Dengan potensi penyimpanan geologi yang melimpah dan arah kebijakan yang kuat, Indonesia sangat strategis untuk menjadi pusat CCUS di Asia Tenggara. Kemitraan kami dengan Xolare adalah langkah konkret untuk mewujudkannya," ungkap dia.

Tahap awal kerja sama SOLA dan Apolpo LLC mencakup identifikasi sumber emisi industri, pemetaan lokasi penyimpanan karbon, infrastruktur, transportasi, dan akses ke pasar, koordinasi dengan regulator dan investor, serta penyusunan proyek percontohan.

Kedua pihak juga tengah menjajaki pendirian pusat keunggulan CCUS serta integrasi dengan pasar kredit karbon.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya