Cerita Bengkel Dekat SPBU Kembangan Perbaiki Puluhan Motor Rusak Akibat Tangki Pertalie Diisi Solar

Bengkel dekat SPBU Kembangan, Jakarta Barat menerima sebanyak 25 unit sepeda motor diduga rusak akibat tangka pertalite diisi solar.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiperbarui 05 Agustus 2025, 17:06 WIB
Pengendara mengisi BBM di SPBU Jakarta, Minggu (10/2). Hari ini BBM kembali diturunkan Pertamina adapun penurunan harga BBM ini, untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo diturunkan dari Rp 12.000 jadi Rp 11.200 per liter.(Liputan6.com/AnggaYuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bengkel dekat SPBU Kembangan, Jakarta Barat menerima sebanyak 25 unit sepeda motor diduga rusak akibat tangka pertalite diisi solar. Kerusakan akibat dugaan kelalaian SPBU ini rata-rata terjadi pada busi hingga injeksi.

"Sekitar 25 motor tapi belum dicek lagi. Kerusakan antara lain ganti busi, injeksi, ganti oli. Tapi itu kurang lebih cuman tiga motor aja, selebihnya itu kuras tangki," kata pegawai bengkel motor di dekat SPBU itu, Della di Jakarta dilansir Antara, Selasa (5/8/2025).

Berdasarkan cerita dari para pemilik sepeda motor, Pertamina atau SPBU telah bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi para pengendara.

"Katanya ada ganti rugi. Siapa pun korbannya diganti oleh Pertamina," kata Della.

Saat ini, kata Della, pegawai di bengkalnya sedang bekerja memperbaiki puluhan motor itu hanya dua teknisi. "Lama pekerjaan per sepeda motor tak bisa diperkirakan karena hanya dua teknisi," kata Della.

Bengkelnya pun memberikan garansi selama tujuh hari bagi motor-motor yang diperbaiki. "Ada garansi tujuh hari. Kalau ada keluhan lagi, kita perbaiki lagi," ujar Della.

Salah satu SPBU milik Pertamina. (Foto: Istimewa)

Klarifikasi SPBU Kembangan

Manajer SPBU Kembangan, Ramses Sitorus, mengakui kelalaian anak buahnya yang membuat ratusan motor rusak massal usai isi bensin di SPBU 34.116.12.

"Kelalaian dari pengawas. Telah terjadi kesalahan pengisian dari mobil tangki ke tabung BBM Biosolar masuk ke Pertalite harusnya BBM Biosolar masuk ke tangki samping Pertalite. Itu kesalahan dari pengawas yang melakukan kegiatan tersebut tidak memindahkan selangnya ke tangki. Solar tercampur Pertalite sehingga motor mogok," kata Ramses.

SPBU memastikan akan menanggung seluruh biaya kerugian yang dialami konsumen. Pihak kepolisian juga sudah turun tangan melakukan penyelidikan.

Kejadian ini sempat viral di media sosial. Salah satu korban membagikan kondisi bengkel sepeda motor yang terletak di dekat SPBU tersebut.

Belasan motor diduga korban Pertalite tercampur Biosolar itupun mengantre untuk diperbaiki karena tak bisa jalan.

"Bengkel di samping pom bensin ramai gegara beli bensin di sini malah jadi rusak, pada mati," kata perekam video.

 

SPBU Kembangan Ditutup Sementara

Operasional SPBU itu juga ditutup, sehingga banyak pengendara yang akhirnya putar balik dan tak jadi mengisi BBM. Warga mengakui mogoknya sepeda motor sejumlah pengendara usai mengisi bahan bakar di SPBU Kembangan itu disebabkan kelalaian petugas.

"Terjadi kesalahan pengisian dari mobil tangki ke tabung. BBM (bahan bakar minyak) biosolar masuk ke pertalite. Itu kesalahan dari pengawas yang melakukan kegiatan tersebut tidak memindahkan selangnya ke tanki. Sehingga terjadi mogok pada motor pelanggan," ucap Ramses Sitorus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya