Indonesia-Belarus Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas

Berikut ini sejumlah poin kerja sama yang disepakati Indonesia dan Belarus.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 05 Agustus 2025, 15:03 WIB
Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Selasa (5/8/2025) di Gedung Pancasila, Jakarta, menekankan bahwa kemitraan Indonesia-Belarus dibangun di atas fondasi nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati dan komitmen kuat (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Belarus memperkuat hubungan strategis mereka melalui komitmen untuk mempercepat penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Perjanjian ini diharapkan dapat ditandatangani pada tahun 2025, bertepatan dengan masa kepemimpinan Belarus sebagai Ketua EAEU.

Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov menegaskan bahwa percepatan penyelesaian FTA menjadi salah satu prioritas utama dalam kerja sama bilateral kedua negara. Ia menyampaikan dukungan penuh Belarus terhadap proses tersebut, dengan keyakinan bahwa FTA akan membuka berbagai peluang strategis bagi dunia usaha di kedua negara.

“FTA ini akan membuka banyak peluang bagi komunitas bisnis di negara-negara anggota. Saya percaya, inilah saat yang tepat bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mulai mengeksplorasi manfaat dari skema perdagangan baru ini,” ujar Ryzhenkov saat bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Perjanjian ini dinilai sebagai tonggak penting dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dan kawasan EAEU, yang mencakup Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan. Dengan adanya FTA, hambatan tarif maupun non-tarif diharapkan dapat diminimalisir, sehingga mendorong arus barang dan investasi secara lebih kompetitif.

Menteri Sugiono menyambut baik dukungan Belarus dan menegaskan bahwa Indonesia siap memanfaatkan peluang strategis ini untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan negara-negara EAEU. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam memaksimalkan manfaat dari perjanjian tersebut.

“Kerja sama ini tidak hanya soal peningkatan angka perdagangan, tetapi juga mencakup kemitraan investasi, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok yang saling menguntungkan,” ujar Sugiono.

Kedua negara juga sepakat untuk terus mendorong dialog antara pelaku bisnis, termasuk melalui forum-forum dagang dan misi dagang bersama, guna memetakan potensi kolaborasi di berbagai sektor strategis, seperti industri alat berat, pertanian, ketahanan pangan, dan energi.

Selain isu FTA, kunjungan delegasi Belarus ke Indonesia juga membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, pertukaran budaya, serta peningkatan kolaborasi di forum multilateral seperti ASEAN, BRICS, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Langkah konkret ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk tidak hanya memperkuat kemitraan ekonomi, tetapi juga mendorong visi bersama tentang tatanan global yang lebih adil, inklusif, dan berbasis saling menghormati.

 

Sektor Ketahanan

Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Selasa (5/8/2025) di Gedung Pancasila, Jakarta, menekankan bahwa kemitraan Indonesia-Belarus dibangun di atas fondasi nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati dan komitmen kuat (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio).

Sektor ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam diskusi. Menlu Sugiono menyampaikan pentingnya mengembangkan kerja sama di bidang pertanian, terutama untuk komoditas pupuk dan kalium, mengingat posisi Belarus sebagai produsen agraris utama di Eropa.

Tak hanya itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dalam riset dan teknologi pertanian untuk mendorong produktivitas dan mewujudkan pertanian berkelanjutan.

"Kami melihat Belarus sebagai mitra strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional," tegas Menlu Sugiono.

Di sektor industri, Menlu Sugiono menggarisbawahi ketertarikan Indonesia untuk menjajaki produksi lokal alat berat asal Belarus yang selama ini banyak digunakan di sektor pertambangan dan pertanian Indonesia. Ia menekankan potensi kerja sama di bidang manufaktur dan rantai pasok komponen alat berat tersebut.

Terkait investasi, Menlu Sugiono mengajak sektor swasta Belarus untuk menjajaki berbagai peluang di Indonesia, mulai dari infrastruktur, teknologi, hingga ketahanan pangan. Ia meyakini bahwa kemitraan investasi yang terarah antara kedua negara akan menjadi fondasi kokoh bagi hubungan bilateral ke depan.

Selain isu bilateral, kedua negara juga membahas berbagai isu regional dan global, termasuk kerja sama dalam kerangka ASEAN dan BRICS. Keduanya sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas global dan memajukan kepentingan bersama di forum-forum internasional.

Menlu Sugiono menegaskan komitmen Indonesia dan Belarus sebagai anggota Gerakan Non-Blok dalam menegakkan perdamaian, stabilitas, dan prinsip-prinsip kesetaraan kedaulatan negara.

"Pertemuan hari ini menandai langkah maju yang signifikan dalam membawa kemitraan bilateral kita ke tingkat yang lebih tinggi," tegas Menlu Sugiono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya