SPBU Kembangan Ditutup Sebulan Gara-Gara Tangki Pertalite Diisi Solar Bikin Motor Mogok Massal

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 34.116.12 Meruya Utara.

oleh Tim NewsDiperbarui 05 Agustus 2025, 19:06 WIB
Pertamina Patra Niaga beri sanksi pada SPBU Kembangan. (sumber: Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta- PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 34.116.12 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, buntut dari viralnya sejumlah kendaraan yang mogok usai mengisi BBM di lokasi tersebut pada Senin (4/8).

“Sanksi tegas yang diberikan yaitu penghentian kegiatan operasional SPBU tersebut sambil dilakukan investigasi. Sanksi berlaku maksimal selama 1 bulan,” jelas Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto Satria, Selasa (5/8/2025).

Dia menambahkan, SPBU Meruya Utara dikelola oleh mitra Pertamina. Begitu kasus mencuat, pihak pengelola langsung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan konsumen.

“Penanganan telah dilakukan terhadap konsumen yang terdampak. Keluhan seperti mesin mogok telah diselesaikan melalui perbaikan kendaraan dan kompensasi pengisian Pertamax,” terang Satria.

Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan dan produk Pertamina, sekaligus memastikan kejadian serupa tak terulang.

Pertamina Patra Niaga Minta Maaf

Pertamina Patra Niaga memastikan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan berkelanjutan terhadap sistem distribusi dan pengawasan BBM di seluruh SPBU.

“Kami mengimbau seluruh mitra SPBU untuk disiplin menjalankan prosedur operasional, serta memastikan kualitas dan keselamatan produk sampai ke tangan konsumen,” tegasnya.

Insiden di SPBU Meruya menjadi alarm bagi Pertamina untuk memperkuat sistem pengawasan dan kontrol mutu.

“Kami mohon maaf atas kejadian tersebut. Penguatan sistem kontrol akan terus kami lakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga apresiasi kepada masyarakat yang proaktif melapor,” sambungnya.

Pertamina juga memastikan seluruh kendaraan yang terdampak mendapat penanganan, termasuk perbaikan di bengkel. Masyarakat yang mengalami kendala serupa diimbau segera melapor melalui Call Center 135 atau email pcc135@pertamina.com.

Langkah ini, kata Satria, adalah komitmen Pertamina untuk menjaga kepercayaan publik dan menjamin mutu setiap tetes BBM yang disalurkan.

Manajer SPBU Akui Lalai

Manajer SPBU Kembangan, Ramses Sitorus, mengakui kelalaian anak buahnya yang membuat ratusan motor mogok massal usai isi bensin di SPBU 34.116.12.

"Kelalaian dari pengawas. Telah terjadi kesalahan pengisian dari mobil tangki ke tabung BBM Biosolar masuk ke Pertalite harusnya BBM Biosolar masuk ke tangki samping Pertalite. Itu kesalahan dari pengawas yang melakukan kegiatan tersebut tidak memindahkan selangnya ke tangki. Solar tercampur Pertalite sehingga motor mogok," kata Ramses.

SPBU memastikan akan menanggung seluruh biaya kerugian yang dialami konsumen. Pihak kepolisian juga sudah turun tangan melakukan penyelidikan.

Kejadian ini sempat viral di media sosial. Salah satu korban membagikan kondisi bengkel sepeda motor yang terletak di dekat SPBU tersebut.

Belasan motor diduga korban Pertalite tercampur Biosolar itupun mengantre untuk diperbaiki karena tak bisa jalan.

"Bengkel di samping pom bensin ramai gegara beli bensin di sini malah jadi rusak, pada mati," kata perekam video.

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya