Kronologi Gerombolan Pelajar di Jakut Siram Murid SMK Pakai Air Keras Gara-Gara Tak Ketemu Lawan Tawuran

Pelaku merupakan pelajar salah satu SMK di wilayah Koja. Sedangkan korban, AP (17), merupakan siswa SMK di Tanjung Priok.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 04 Agustus 2025, 12:38 WIB
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelajar mengalami luka bakar di sekitar wajah setelah disiram air keras oleh sekelompok siswa dari SMK lain. Polisi telah menangkap sejumlah pelajar diduga sebagai pelaku.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengatakan, pelaku merupakan pelajar salah satu SMK di wilayah Koja. Sedangkan korban, AP (17), merupakan siswa SMK di Tanjung Priok. Pelaku diduga ingin melakukan tawuran.

"Anggota kami sudah berhasil mengamankan beberapa orang, yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Pelakunya adalah siswa, dari satu SMK di wilayah Koja, sementara korban adalah siswa juga yang berasal dari SMK dari wilayah Tanjung Priok," kata dia dalam keterangannya dikutip, Senin (4/8/2025).

Kronologi Penyiraman Air Keras

Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Kejadian bermula ketika sepuluhan pelajar dari SMK di wilayah Koja berkeliling usai jam sekolah. Mereka hendak mencari lawan untuk tawuran.

Tetapi tak kunjung bertemu lawan. Mereka malah berpapasan dengan tiga pelajar lain yang sedang berboncengan sepeda motor.

Tanpa basa-basi, motor korban dipepet hingga oleng dan jatuh. Di saat itulah, salah satu pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah korban.

"Spontan, pelaku ini mepet kendaraan korban, kemudian terjatuh, dan si pelaku menyiramkan air keras. Korban AP (17) luka di sekitar wajah dan mengenai mata," ucap dia.

Atas kejadian ini, korban harus menjalani perawatan medis di RSCM.

Sengaja Beli Air Keras buat Senjata Tawuran

Ilustrasi - Borgol. Satpam pembobol ATM. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Kepada polisi, para pelaku mengaku sengaja urunan untuk membeli air keras yang menjadi senjata mereka saat tawuran.

"Dan yang paling penting itu pelaku sudah ada niat melukai korbannya nanti pada saat tawuran dengan air keras yang mana air keras itu sudah disiapkan sebelumnya dibeli dengan harga tertentu dan di tempat tertentu," ucap dia.

Polisi juga menemukan fakta aksi tawuran antar pelajar ini dipicu eksistensi kelompok siswa di media sosial.

"Kejadian ini random, mereka sengaja keliling pulang sekolah, kemudian ketemu yang disangka lawan dan langsung melakukan penyiraman," dia menambahkan.

Pihak kepolisian menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas), mengingat para pelaku masih masuk kategori di bawah umum.

"Ini masih kami kembangkan akan disampaikan humas lebih lanjut terkait berapa yang kelompok mereka, diputuskan sebagai tersangka, atau saksi. Sejauh ini masih pemeriksaan dan semuanya pelajar," tandas dia.

Infografis Mimpi Jakarta Bebas Tawuran. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya