Manchester United Diminta Tunda Transfer Benjamin Sesko, Fokus Ganti Gelandang

Manchester United terus memburu striker anyar, dengan Benjamin Sesko menjadi target utama. Namun, performa melawan Everton membuat sorotan tertuju pada lini tengah mereka.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 04 Agustus 2025, 11:43 WIB
Gelandang Manchester United, Manuel Ugarte (kiri), bersiap mengoper bola saat gelandang Everton, Iliman Ndiaye (kanan), mencoba menghadang pada pertandingan Premier League Summer Series, Senin, 4 Agustus 2025, di Atlanta. (AP Photo/Colin Hubbard)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United terus memburu striker anyar, dengan Benjamin Sesko menjadi target utama. Namun, performa melawan Everton membuat sorotan tertuju pada lini tengah mereka.

Ruben Amorim ingin segera menambah kekuatan lini serang United di bursa transfer. Meski begitu, menurut catatan Express, pertandingan terakhir tur pramusim menunjukkan bahwa lini tengah justru butuh perhatian lebih.

Manuel Ugarte kembali dimainkan bersama Kobbie Mainoo melawan Everton. Namun, ia kembali mendapat kritik seperti musim lalu.

Penampilan Ugarte tidak sejalan dengan intensitas rekan-rekannya di lini tengah. Ia kesulitan menjaga tempo permainan sepanjang pertandingan.


Lini Tengah Jadi Titik Lemah

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes merayakan gol bersama gelandang Mason Mount pada pertandingan Premier League Summer Series, Senin, 4 Agustus 2025, di Atlanta. (AP Photo/Colin Hubbard)

Dalam laga tersebut, Ugarte kerap kehilangan bola di bawah tekanan. Bahkan, ia dinilai berkontribusi dalam proses gol penyeimbang Everton di babak pertama.

United sejatinya tampil dominan dari segi kualitas teknik dan kombinasi serangan. Bryan Mbeumo juga menjalani debutnya dan memberi warna baru di lini depan.

Namun, jika gelandang seperti Ugarte gagal mengikuti ritme, sistem Amorim akan sulit berjalan optimal. Sebuah serangan tajam tak akan berguna jika lini tengah terus membuat kesalahan.


Desakan untuk Prioritaskan Gelandang Baru

Benjamin Sesko, striker muda Slovenia berusia 20 tahun yang kini tengah menjalani musim pertama bersama RB Leipzig di Bundesliga total telah mencetak 7 gol dari 22 laga di semua ajang. Kekurangan menit bermain akibat hanya jadi pilihan kedua di RB Leipzig, membuat sang pemain diyakini akan menerima tawaran Manchester United untuk hengkang pada bursa transfer Januari 2024. MU pun harus bersaing dengan beberapa klub lain yang juga meminatinya, seperti Chelsea, Arsenal dan Newcastle United. (AFP/Ronny Hartmann)

Sepanjang musim panas, kebutuhan akan gelandang energik yang bisa menopang Bruno Fernandes sudah sangat terlihat. Amorim sendiri berencana menempatkan Fernandes lebih dalam jika lini tengah sudah stabil.

Ugarte dianggap belum bisa mengemban tanggung jawab defensif yang dibutuhkan dalam skema tersebut. Jika United tetap memainkan Ugarte, proyek Amorim bisa terhambat.

Apalagi, transfer Sesko diperkirakan butuh dana lebih dari 70 juta pounds agar bisa menyaingi Newcastle United. Jika itu satu-satunya pembelian, fokus seharusnya beralih ke lini tengah.


Masa Depan Ugarte di Ujung Tanduk

Manuel Ugarte beraksi saat Manchester United melawan Everton di Liga Inggris 2024/2025 (AFP)

INEOS mungkin enggan melepas Ugarte yang baru dibeli dari PSG seharga 50 juta pounds. Tapi mereka sebelumnya berani mengambil keputusan sulit untuk mencegah kerugian berkelanjutan.

Contoh nyatanya adalah langkah tegas terhadap Dan Ashworth. Sikap serupa diperlukan dalam menangani kasus Ugarte.

Jika tidak, United berisiko membuat kesalahan yang bisa memperlambat laju pembangunan tim. Fokus ke Sesko memang menarik, tapi penguatan lini tengah tak boleh diabaikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya