Pedagang Pernak Pernik 17 Agustus di Pasar Mester Menjerit, Sepi Pembeli dan Omzet Turun Drastis

Pedagang menduga salah satu penyebabnya karena isu bendera One Piece hingga penjualan online.

oleh Tim NewsDiperbarui 04 Agustus 2025, 10:17 WIB
Jual Pernak Pernik 17 Agustus di Pasar Mester Jaktim (Foto: Habibie/tim news)

Liputan6.com, Jakarta - Pernak pernik bernuansa merah putih mulai memenuhi Pasar Mester, Jakarta Timur. Sebagai pertanda bulan Agustus sudah tiba dan artinya Indonesia segera merayakan hari jadinya yang ke 80 pada 17 Agustus 2025 mendatang.

Ragam bentuk pernak pernik dijual dengan harga bervariasi. Sayangnya, meski 17 Agustus tinggal dua pekan lagi, geliat pembeli masih dirasa pedagang sangat kurang.

Seperti yang dikeluhkan Urip, salah satu pedagang di Pasar Mester. Menurutnya, dibandingkan tahun lalu, omzet penjualan tahuh ini menurun drastis.

"Tahun ini penjualan bendera pada menurun sih. Biasanya udah masuk bulan 7, sudah mulai ramai pembeli," kata Urip saat berbincang dengan merdeka.com di lapak jualannya, Jakarta, Senin (4/8).

Karena Isu Bendera One Piece?

Jual Pernak Pernik 17 Agustus di Pasar Mester Jaktim (Foto: Habibie/tim news)

Sementara tahun ini, sudah memasuki bulan Agustus, omzet didapat tak menunjukkan kenaikan signifikan. Sejak menjual bendera dan pernak pernik 17 Agustus, per hari hanya 3 pcs yang terjual. Itu pun tidak setiap hari. Dia menduga, salah satu penyebab turunnya daya beli tersebut karena sempat heboh adanya pengibaran bendera One Piece.

"Omzetnya menurun, enggak kayak tahun-tahun yang lalu, enak penjualannya. Kayaknya ada pengaruh gara-gara One Piece juga ini," ujarnya.

Saking sepinya pembeli, kata Urip, dia lebih sering duduk di lapak dagangnya. Soal harga, dia pastikan tak mahal, mulai dari Rp11.000.

Fenomena Penjual Online

Jual Pernak Pernik 17 Agustus di Pasar Mester Jaktim (Foto: Habibie/tim news)

Tak hanya karena fenomena bendera One Piece saja, turunnya omzet pedagang karena pembeli lebih memilih berbelanja secara online.

Jika dihitung sejak awal menjual pernak pernik 17 Agustus, belum sampai 10 bendera terjual. Padahal modal yang dia keluarkan hampir Rp30 juta. Sepanjang dia berdagang, baru kali ini mengalami penurunan omzet sangat drastis.

"Harapannya sih ke depan mudah-mudahan ekonomi makin menguat supaya ada dampak baiknya ke kita yang jualan offline. Sekarang kan pasar kelihatan lah ya sepi, enggak kayak kemarin-kemarin, tahun kemarin kan ramai," katanya.

Dia juga berharap berkurangnya orang-orang membeli bendera atau pernak pernik 17 Agustus karena terpengaruh isu pengibaran bendera One Piece tidak benar-benar terjadi. Sebab, mengibarkan bendera Merah Putih adalah bentuk kecintaan pada Tanah Air

Tukang Parkir Terkena Imbas

Sepinya pembeli juga diamini tukang parkir bernama Farhan. Biasanya, memasuki akhir bulan Juli, motor yang terparkir di tempat ia berjaga sudah ramai. Sekarang sangat sepi.

"Sekarang akhir bulan saja, enggak ada tanda-tanda sampai ke awal bulan kan. Ya maksudnya berarti kan ya kayak turun drastis lah gitu penghasilan," papar Farhan.

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya