Liputan6.com, Jakarta 600 warga memilih bertahan di kawasan rawan bencana (KRB) kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, usai erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Petugas sudah memberikan imbauan sejak ada peningkatan aktivitas vulkanik gunung Lewotobi Laki-laki, namun warga memilih bertahan dengan alasan tempat usaha.
"Paling banyak alasannya, tempat usaha," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur Avi Manggota Hallan kepada Liputan6.com, Minggu (3/8).
Advertisement
600-an warga dari 130 KK tersebut masih bertahan di dusun Podor dan Kampung Baru.
"Ada warga dari Klatanlo dan Hokeng Jaya juga ngungsi ke sana," lanjutnya.
Radius 5 Km
Dusun Podor dan Kampung Baru di Desa Boru tercatat berada dalam radius 5,1 kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Selain itu, sejumlah desa lain juga berada dalam radius bahaya, yakni Desa Klatanlo (4,4 km), Desa Nawakote (4,8 km), Desa Hokeng Jaya (4,4 km), Desa Nobo (4,9 km), Desa Dulipali (4,1 km).
Sementara dua desa lain yang juga terdampak adalah Desa Pululera (6,3 km) dan Desa Boru Kedang (9,8 km).