Real Madrid Dibuat Geram La Liga Gara-gara Jadwal

Permintaan penjadwalan ulang kepada La Liga ditolak mentah-mentah, membuat klub meradang.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 03 Agustus 2025, 00:31 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso memberikan instruksi kepada para pemainnya saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Sandra Montanez)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid akan menjalani pramusim yang tidak biasa dan jauh dari ideal. Jadwal pertandingan pertama mereka di La Liga 2025/2026 melawan Osasuna di Santiago Bernabeu pada 19 Agustus membuat klub harus mempersingkat persiapan.

Hanya berselang 40 hari dari laga terakhir mereka di Piala Dunia Antarklub, Madrid dipaksa tampil lebih cepat dari harapan. Permintaan penjadwalan ulang kepada La Liga ditolak mentah-mentah, membuat klub meradang.

Bagi Madrid, menurut laporan AS, keputusan ini mencerminkan sikap La Liga yang tidak peka terhadap kondisi klub setelah tampil di ajang internasional. Pihak Osasuna pun sudah sepakat menunda laga, tapi La Liga tetap bersikukuh.


Pramusim Tersingkat Sejak 1987

Jude Bellingham #5 dari Real Madrid C. F. berjabat tangan dengan Xabi Alonso, Pelatih Kepala Real Madrid C. F., setelah digantikan selama pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid CF dan CF Pachuca di Stadion Bank of America pada tanggal 22 Juni 2025 di Charlotte, Carolina Utara. (Richard Pelham/Getty Images via AFP)

Dengan hanya 15 hari masa persiapan, Madrid menghadapi pramusim tersingkat mereka dalam hampir empat dekade. Terakhir kali situasi serupa terjadi pada 1987, saat La Liga menambah jumlah peserta menjadi 20 tim.

Meski jeda istirahat 24 hari masih memenuhi rekomendasi FIFPro, waktu latihan menjadi sangat terbatas. Real Madrid harus mulai latihan pada awal Agustus dan langsung menghadapi laga resmi dua pekan kemudian.


Kemarahan di Valdebebas

Kylian Mbappe dan Xabi Alonso saat Real Madrid takluk 0-4 dari PSG pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. (JUAN MABROMATA / AFP)

Rasa frustrasi Madrid tidak sepenuhnya tertuju pada hakim tunggal Komite Kompetisi yang menolak permintaan penundaan. Yang paling disesalkan adalah sikap La Liga yang dianggap tidak punya empati terhadap situasi Madrid.

Klub menilai otoritas liga gagal memahami dampak tampil di Piala Dunia Antarklub terhadap jadwal domestik. Absennya dukungan dari La Liga, meski tidak ada konflik dengan Osasuna, membuat Madrid merasa dikesampingkan.


Rencana Xabi Alonso Berantakan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berbicara dengan para pemainnya dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al Hilal di Miami Gardens, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Pelatih baru Xabi Alonso harus menyesuaikan rencana pramusim yang sudah disusunnya sejak lama. Idealnya, Madrid memulai La Liga di pekan kedua melawan Oviedo, pada 24 Agustus.

Madrid juga berharap pada kesepakatan dengan Asosiasi Pemain (AFE) terkait penundaan laga bagi tim yang lolos fase gugur Piala Dunia Antarklub. Namun, La Liga membantah ada kesepakatan semacam itu.


Faktor Tebas dan Minimnya Kepedulian Liga

Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Di internal klub, banyak yang percaya hubungan dingin dengan presiden La Liga, Javier Tebas, turut memengaruhi keputusan ini. Bagi Madrid, ini bukan semata soal jadwal, melainkan bukti minimnya kepedulian liga terhadap ajang internasional.

Sampai saat ini, Madrid hanya punya satu laga uji coba resmi melawan WSG Tirol pada 12 Agustus. Dengan waktu terbatas, Madrid kemungkinan hanya akan menggelar laga latihan tertutup di Valdebebas melawan tim lokal.

Sumber: AS, Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya