Liputan6.com, Jakarta Pergerakan musisi muda di Malaysia tak kalah bergairah. Salah satunya, singer song-writer Denzai ZBH. Denzai ZBH dikenal berkat kemampuannya dalam menulis lagu, bikin lirik, hingga merancang konsep genre.
Kini, ia merilis extended play (EP) yang memfiturkan lima lagu. Kelima lagu itu yakni “Daddy Cool,” “Mungkin Iya,” “Next Generation,” “Cuit Kuit Manja,” dan “Andai Kupergi Dulu.” Lima lagu ini menyimpan cerita sarat makna.
Advertisement
“Ya, semua lagu dalam EP ini ciptaan saya sepenuhnya. Dari lirik hingga melodinya dan konsep genre lagu,” kata Denzai ZBH dalam wawancara tertulis bersama Showbiz Liputan6.com, Kamis (31/7/2025).
Dua karya Denzai ZBH yakni “Daddy Cool” dan “Mungkin Iya,” mulanya dijajakan kepada musisi lain. Takdir berkata lain. Kedua lagu ini kembali ke pelukan komposernya. Kini, “Daddy Cool” dan “Mungkin Iya” siap menjadi hit.
Tentang Lagu Daddy Cool
“Lagu ‘Daddy Cool’ semula saya berikan kepada band rock di Singapura lalu ke band dari Johor Baru, Malaysia. Karena kesibukan, mereka tak belum bisa merekam dan merealisasikan lagu ini,” Denzai ZBH berbagi cerita.
“Daddy Cool” ditulisnya pada awal 2025. Lagu ini permintaan anak bungsu Denzai ZBH. Liriknya memotret kasih sayang dan perhatian ayah kepada anak sejak lahir hingga dewasa. Terasa hangat sekaligus menyentuh.
Gemar Genre Rock Sejak Remaja
Sementara lagu “Mungkin Iya,” sempat direkomendasikan kepada penyanyi Indonesia dan Malaysia. Karena padatnya aktivitas, lagi-lagi proses merekam lagu “Mungkin Iya” tak dapat terealisasi. Kini, saatnya Denzai ZBH merekam karyanya sendiri.
Terkait genre rock yang kuat dalam EP ini, Denzai ZBH menjelaskan, “Karena lagu-lagu dalam EP ini khas untuk saya. Memang saya minat dan gemar rock sejak remaja. Namun untuk aransemen dan sound tetap saya kemas kekinian.”
Prosesnya Enggak Berat
Ada banyak hal yang disyukuri Denzai ZBH selama memproduksi EP dengan lima lagu ini. Salah satunya, kemudahan yang didapat karena lagu-lagu yang direkam karyanya sendiri. Karenanya, semua terasa lebih personal.
“Prosesnya enggak berat karena saya yang menerbitkan sendiri. Cuma untuk mencari genre yang saya minat dan sesuaikan mood di zaman ini untuk semua lapisan usia memang terasa menantang,” pungkasnya.