Rahasia Doa Nabi Zakaria untuk Memohon Jodoh, Lengkap dengan Bacaan dan Makna

Pelajari doa Nabi Zakaria minta jodoh yang mustajab dari Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 89. Lengkap dengan bacaan Arab, latin, artinya, dan cara mengamalkannya.

oleh Shani Ramadhan RasyidDiterbitkan 01 Agustus 2025, 16:31 WIB
Ilustrasi Islami, muslimah, berdoa. (Foto oleh SERHAT TUĞ: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-muda-20558485/)

Liputan6.com, Jakarta Bagi banyak orang, jodoh bukan sekadar soal pertemuan, tetapi juga tentang waktu dan takdir yang tepat. Dalam perjalanan spiritual, banyak yang mencari tuntunan dari kisah-kisah Nabi sebagai inspirasi doa dan harapan, salah satunya adalah kisah Nabi Zakaria. Beliau dikenal sebagai sosok yang sabar, tekun berdoa, dan akhirnya dikaruniai keturunan di usia lanjut. Doa yang dipanjatkan Nabi Zakaria pun diyakini menjadi amalan mustajab, termasuk untuk mereka yang sedang memohon jodoh terbaik dalam hidup.

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

Rabbi laa tadzarni fardan wa anta khoirul waritsiin

Artinya: " Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiya: 89)

Doa ini mencerminkan kerendahan hati dan keyakinan penuh kepada kuasa Allah dalam hal jodoh dan keturunan. Banyak ulama dan ahli tafsir menekankan pentingnya membaca doa ini dengan hati yang ikhlas dan disertai usaha nyata, karena jodoh adalah bagian dari rezeki yang juga perlu diikhtiarkan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bacaan doa Nabi Zakaria, makna yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi siapa saja yang tengah menanti hadirnya pasangan hidup yang baik, kisah ini bukan hanya menenangkan hati, tapi juga membangkitkan harapan—bahwa tidak ada doa yang sia-sia di hadapan Tuhan yang Maha Mendengar.

Kisah Nabi Zakaria dan Doanya yang Mustajab

Ilustrasi Nabi Isa AS (SS: YT: Maiora Media)

Nabi Zakaria alaihissalam adalah salah satu nabi yang diuji Allah SWT dengan kehidupan yang lama tanpa memiliki keturunan. Beliau dan istrinya telah memasuki usia lanjut, namun tetap memohon kepada Allah dengan penuh harap dan tawakal. Kisah doa Nabi Zakaria ini diabadikan dalam Al-Quran sebagai pelajaran bagi umat Islam tentang pentingnya berdoa dan bertawakal kepada Allah dalam segala urusan, termasuk urusan jodoh dan keturunan.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Najm ayat 45 yang menegaskan bahwa setiap makhluk diciptakan berpasang-pasangan:

وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰ

"Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita." (QS. An-Najm: 45)

Ayat ini menjadi landasan bahwa setiap manusia memiliki pasangan yang telah ditentukan Allah, namun tetap memerlukan usaha dan doa untuk dapat bertemu dengan jodoh tersebut.

Bacaan Doa Nabi Zakaria Minta Jodoh

Ilustrasi Berdoa (Sumber Foto: Pixabay)

Doa Nabi Zakaria yang tercantum dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 89 berbunyi:

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

Bacaan Latin: Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin

Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."

Doa ini mengandung makna yang sangat mendalam, di mana Nabi Zakaria memohon kepada Allah agar tidak dibiarkan hidup sendirian tanpa pasangan dan keturunan. Kata "fardan" dalam bahasa Arab berarti sendirian atau menyendiri, yang dalam konteks ini merujuk pada kondisi tidak memiliki pasangan hidup atau keturunan.

Doa Pelengkap Setelah Membaca Doa Nabi Zakaria

Setelah membaca doa utama Nabi Zakaria, dapat dilanjutkan dengan doa pelengkap berikut:

"Ya Allah, cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat kelak. Dengarkanlah rintihan hamba-Mu yang dhaif ini. Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat kelak. Sebab itu menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran. Maka, karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau ridhai. Dan karuniakanlah padaku keturunan yang saleh, Aamiin, Aamiin ya Rabbal alamin."

Cara Mengamalkan Doa Nabi Zakaria

arti doa sholat dhuha ©Ilustrasi dibuat AI

Untuk mengamalkan doa Nabi Zakaria minta jodoh dengan benar, ada beberapa adab dan tata cara yang perlu diperhatikan:

Waktu yang Mustajab

Doa ini dapat dibaca kapan saja, namun waktu-waktu yang lebih mustajab antara lain:

  • Setelah shalat lima waktu, terutama setelah shalat Maghrib dan Subuh
  • Di sepertiga malam terakhir (waktu sahur)
  • Setelah membaca Al-Quran
  • Saat turun hujan
  • Di antara adzan dan iqamah

Adab Berdoa

Sebelum membaca doa Nabi Zakaria, hendaknya memulai dengan:

  • Berwudhu terlebih dahulu
  • Menghadap kiblat
  • Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
  • Memuji Allah SWT (tahmid dan tasbih)
  • Berdoa dengan penuh khusyuk dan yakin
  • Menutup doa dengan shalawat kembali

Hikmah dan Manfaat Mengamalkan Doa Nabi Zakaria

Ilustrasi Berdoa (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Mengamalkan doa Nabi Zakaria tidak hanya bermanfaat untuk memohon jodoh, tetapi juga memiliki hikmah spiritual yang mendalam:

Mendekatkan Diri kepada Allah

Dengan rutin membaca doa ini, seseorang akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat hubungan spiritual dengan-Nya. Doa merupakan ibadah yang sangat mulia dan menjadi bukti kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Melatih Kesabaran dan Tawakal

Kisah Nabi Zakaria mengajarkan pentingnya bersabar dalam menghadapi ujian hidup. Meskipun telah lama menunggu, beliau tidak pernah putus asa dan terus berdoa kepada Allah. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk selalu bersabar dan bertawakal dalam menghadapi setiap cobaan.

Memperkuat Keyakinan akan Kekuasaan Allah

Doa Nabi Zakaria mengingatkan kita bahwa Allah adalah "khairul waaritsiin" (ahli waris yang terbaik), yang memiliki kekuasaan mutlak atas segala sesuatu. Dengan mengamalkan doa ini, keyakinan akan kekuasaan Allah akan semakin menguat.

Doa Lain yang Dapat Diamalkan untuk Memohon Jodoh

Ilustrasi doa, harapan, Islami. (Image on Freepik)

Selain doa Nabi Zakaria, terdapat beberapa doa lain dari Al-Quran yang dapat diamalkan untuk memohon jodoh:

Doa Nabi Musa AS

Doa yang terdapat dalam Surah Al-Qashash ayat 24 ini juga sangat mustajab:

رَبِّ إِنِّيْ لِمَآ أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24)

Doa Memohon Pasangan yang Menenangkan Hati

Doa dari Surah Al-Furqan ayat 74:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)

Pentingnya Usaha Bersamaan dengan Doa

ilustrasi berdoa. © pexels.com/Thirdman

Dalam buku "1001 Tanya Jawab Dalam Islam" karya Ust. Muksin Matheer, dijelaskan bahwa selain berdoa, seseorang juga perlu melakukan usaha nyata untuk bertemu dengan jodohnya. Kisah Nabi Musa AS yang menolong kedua putri Nabi Syuaib menunjukkan bahwa usaha dan akhlak yang baik juga menjadi faktor penting dalam pertemuan dengan jodoh.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam membantu anak-anaknya menemukan jodoh yang tepat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah radhiyallahu anha, seorang wanita memiliki hak untuk menerima atau menolak calon suami yang dipilihkan orang tuanya, menunjukkan pentingnya komunikasi dan saling pengertian dalam keluarga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah doa Nabi Zakaria hanya untuk meminta keturunan?

Tidak, doa Nabi Zakaria dapat diamalkan untuk memohon jodoh dan keturunan. Kata "fardan" dalam doa tersebut mencakup kondisi hidup sendirian tanpa pasangan maupun tanpa keturunan.

Berapa kali sebaiknya membaca doa Nabi Zakaria?

Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah bacaan. Yang terpenting adalah membacanya dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Beberapa ulama menyarankan membacanya 3, 7, atau 100 kali sesuai kemampuan.

Apakah doa ini boleh dibaca oleh wanita?

Ya, doa Nabi Zakaria boleh dibaca oleh siapa saja, baik pria maupun wanita yang ingin memohon jodoh kepada Allah SWT.

Kapan waktu terbaik membaca doa ini?

Waktu terbaik adalah setelah shalat lima waktu, di sepertiga malam terakhir, atau saat-saat mustajab lainnya seperti saat turun hujan atau di antara adzan dan iqamah.

Apakah harus disertai dengan amalan lain?

Tidak wajib, namun dianjurkan untuk disertai dengan amalan-amalan sunnah lainnya seperti shalat tahajud, puasa sunnah, sedekah, dan memperbanyak istighfar untuk meningkatkan kualitas doa.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya