Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Mendikdasmen Klaim Bukan Masalah Upah

Ada 143 guru dari total 1.469 guru yang telah lolos seleksi untuk mengajar di Sekolah Rakyat memilih mengundurkan diri atau tidak memenuhi panggilan penugasan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 01 Agustus 2025, 01:15 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menanggapi soal pengunduran diri guru Sekolah Rakyat. Abdul Mu'ti menyebut, pengunduran itu bukan karena masalah upah atau insentif.

Mu'ti menyatakan, ada beragam alasan yang menyebabkan ratusan guru Sekolah Rakyat mundur. Salah satunya, karena domisili yang jauh.

Hal ini disampaikan Mu'ti usai kegiatan Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa melalui Efektivitas Penerapan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama pada Satuan Pendidikan RA, MI, MTs, MA/MAK di Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2025).

"Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," kata Mu'ti.

Mu'ti menyebut, pengunduran diri guru Sekolah Rakyat juga sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

"Sudah dilaporkan Pak Menteri Sosial kepada Pak Presiden, insyaallah sudah tidak ada masalah. Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh," ucap Mu'ti.

Selain itu, pengganti para guru Sekolah Rakyat yang telah mengundurkan diri juga telah disiapkan. Sehingga, kata Mu'ti, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat tidak akan terganggu.

"Jadi yang mengundurkan diri itu sudah ada penggantinya juga. Tapi lebih real-nya, lebih lengkapnya tolong tanyakan langsung ke Pak Menteri Sosial supaya informasinya lebih akurat," kata Mendikdasmen.

Baca juga Pesan Menyentuh Surat Siswa Sekolah Rakyat ke Prabowo: Terima Kasih Pak, Kami Bisa Gapai Cita-Cita dengan Tenang

143 Guru yang Mundur Langsung Digantikan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyapa 100 siswa Sekolah Rakyat yang sedang menikmati sarapan di Sekolah Rakyat Menengah Atas 21 yang berada di kampus UNESA Surabaya, Selasa (22/7/2025). (Foto: dokumentasi Kemensos)

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan ratusan orang guru yang mundur adalah mereka yang diterima di Sekolah Rakyat yang belum beroperasi.

"Ya, karena sekolahnya belum beroperasi, sehingga kami pastikan tidak mengganggu kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah maupun matrikulasi," kata Gus Ipul saat ditemui di Jakarta, Kamis (31/7/2025) dilansir Antara.

Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos) tercatat ada 143 guru dari total 1.469 guru yang telah lolos seleksi untuk mengajar di Sekolah Rakyat memilih mengundurkan diri atau tidak memenuhi panggilan penugasan.

Alasan pengunduran diri guru didominasi oleh penempatan yang jauh dari domisili serta hasil optimalisasi formasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang membuat sejumlah guru ditempatkan daerah lain atau di luar provinsi asalnya.

"Mereka itu sudah dinyatakan lolos tapi tidak memenuhi panggilan. Ya, apa pun itu kami menghargai keputusan para guru dan menyerahkan proses lanjutan sepenuhnya kepada BKN sebagai lembaga yang menangani status kepegawaian," kata Gus Ipul.

Meski begitu, Mensos menegaskan bahwa Kementerian Sosial memastikan posisi guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri langsung digantikan oleh guru pengganti yang juga melalui proses seleksi resmi.

Mekanisme seleksi dan penggantian guru di Sekolah Rakyat jenjang SD-SMP-SMA dilakukan secara terstruktur oleh satuan tugas nasional yang melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta panitia rekrutmen pegawai pemerintah.

"Guru yang lain tidak ada masalah, mereka menerima ketentuan yang melekat sebagai guru Sekolah Rakyat, salah satunya ya siap ditempatkan di mana saja itu," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Infografis

Infografis Sasaran, Tujuan, Jenjang Pendidikan & Fasilitas Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya