Liputan6.com, Jakarta - Marketplace kecerdasan buatan (AI) terdesentralisasi, MWX, dan penyedia stablecoin berbasis rupiah, IDRX, bekerjasama untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan AI dan membayarnya secara praktis menggunakan rupiah.
Teknologi canggih yang nyaris tak tersentuh UMKM karena dinilai mahal, kini dapat diakses semudah melakukan transaksi harian melalui QRIS, e-wallet, atau pun transfer bank.
Advertisement
Melalui platform MWX, pelaku UMKM dapat langsung mengaktifkan serangkaian solusi AI siap pakai yang dirancang untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Adapun rangkaian solusi AI yang bisa digunakan UMKM dan membayarnya dengan rupiah, antara lain
- SMEwhiz: berfungsi sebagai asisten cerdas untuk pemasaran
- LegalWhiz: bisa digunakan untuk menganalisis dokumen dan konsultasi hukum
- CreateWhiz: berguna untuk membantu pembuatan konten kreatif
- CRMWhiz: tool AI untuk pengelolaan hubungan pelanggan yang lebih efektif
- FinanceWhiz: Alat AI yang memudahkan pencatatan keuangan
Founder MWX, Yose Rizal, mengatakan tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk menyederhanakan proses adopsi teknologi bagi UMKM. Menurutnya, yang menjadi halangan adalah dari sisi proses pembayaran.
"Kerumitan pembayaran dalam mata uang asing selama ini menjadi penghalang besar," ungkap Yose dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Ia menyebut telah menghilangkan kerumitan itu dan membuka jalan bagi UMKM Indonesia untuk mengadopsi AI secara mudah.
"Dengan satu klik, mereka bisa meningkatkan produktivitas, mempercepat penjualan, dan membuat keputusan bisnis berbasis data, semuanya dibayar dalam rupiah,” ucap Yose memungkaskan.
Menjembatani Rupiah dengan Ekonomi Digital Global
Dari sisi teknologi transaksi, peran IDRX menjadi krusial. Co-founder dan CEO IDRX, Nathanael Christian, menjelaskan infrastruktur stablecoin IDRX berfungsi sebagai jembatan yang aman dan stabil antara rupiah dengan ekosistem ekonomi digital global.
Perusahaan memastikan bahwa setiap pembayaran di platform MWX akan berjalan mulus dan aman.
"Misi kami adalah menjembatani rupiah dengan ekonomi digital global tanpa mengorbankan stabilitas nilai. Bermitra dengan MWX memungkinkan kami menyalurkan manfaat itu langsung kepada para tulang punggung perekonomian, yakni UMKM," ujar Nathanael.
Targetkan 100 Ribu UMKM
Untuk mengakselerasi adopsi, kemitraan ini menargetkan untuk menggaet 100 ribu UMKM dalam dua belas bulan pertama.
Target ambisius tersebut akan didukung oleh serangkaian program, termasuk webinar edukasi berkelanjutan bertema 'AI untuk UMKM' serta penawaran insentif berupa program uji coba layanan gratis (free trial) bagi setiap UMKM yang terverifikasi.
Langkah kolaboratif ini diharapkan bisa membuka babak baru bagi digitalisasi UMKM Indonesia, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, serta mendorong daya saing pelaku usaha lokal di panggung global.