Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto Cardano (ADA) mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berhasil menembus kembali level support penting di USD 0,78 per koin atau kurang lebih Rp 12.843 (Estimasi kurs Rp 16.466 per USD). Volume perdagangan yang meningkat memperkuat optimisme bahwa harga ADA bisa ke level USD 1,19.
Mengutip coinmarketcap, Kamis (31/7/2025), kenaikan harga koin kripto ADA ini terjadi di saat pendiri Cardano, Charles Hoskinson, menegaskan bahwa proyeknya punya keunggulan dibanding Bitcoin dari segi teknologi dan potensi pertumbuhan.
Advertisement
Setelah sempat stagnan di area USD 0,74USD 0,77, harga ADA berhasil rebound dan menembus ke atas USD 0,78. Area ini sebelumnya adalah zona resistance kuat, yang kini berfungsi sebagai support utama.
Analis teknikal Tom Tucker menyebut bahwa pergerakan ini menandai awal tren naik baru. Ia menjelaskan bahwa rebound ini berasal dari pola inverse head-and-shoulders yang terbentuk di sekitar USD 0,72, sebuah pola teknikal yang sering kali menandakan pembalikan arah ke atas.
Dengan pola ini, target jangka pendek ADA ada di USD 0,88. Jika level itu berhasil dilewati, target selanjutnya berada di USD 1,19.
Beberapa analis juga melihat pola harga Cardano saat ini mirip dengan pergerakan sebelum reli besar 2021. Salah satunya adalah Dan Gambardello, yang menekankan bahwa USD 0,88 adalah titik penting. Jika harga bisa ditutup di atas level ini dengan volume besar, maka potensi kenaikan ke atas USD 1,50 terbuka lebar.
Platform Minswap juga mengamati bahwa ADA telah berhasil menembus tren turun jangka panjang sejak pertengahan Juli. Jika ADA tetap bertahan di atas USD 0,76, ini bisa jadi pijakan untuk naik ke USD 1,19.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Charles Hoskinson: Cardano Lebih Unggul dari Bitcoin
Dalam sebuah wawancara, pendiri Cardano, Charles Hoskinson, menyebut bahwa secara teknologi, Cardano jauh lebih maju dibanding Bitcoin.
Menurutnya, Cardano memiliki sistem yang lebih modern, mendukung skalabilitas, tata kelola yang terdesentralisasi, dan cocok untuk penggunaan di dunia nyata.
Ia juga menyoroti bahwa Cardano semakin populer di Asia dan Afrika karena sistem desentralisasinya yang inklusif.
Hoskinson menambahkan bahwa desain Cardano memungkinkan inovasi berjalan cepat tanpa mengorbankan keamanan.
Jika pengembangan jaringan terus berjalan baik, kekuatan fundamental ini bisa jadi penopang harga ADA di masa depan.
Prediksi Lebih Optimistis: ADA Bisa Tembus USD 4
Tak hanya USD 1,19, analis lain bahkan memproyeksikan harga Cardano bisa naik hingga USD 4. Analis bernama Smith mengungkapkan pola cup and handle yang terbentuk sejak 2022 menunjukkan bahwa ADA siap untuk reli besar.
Menurut grafiknya, jika ADA berhasil menembus level USD 0,92 secara meyakinkan, maka pergerakan parabola ke atas bisa terjadi.
Smith juga mencatat bahwa akumulasi besar-besaran oleh investor besar (paus) sudah selesai. Aktivitas dompet on-chain meningkat, sementara saldo ADA di bursa mulai stabil — tanda bahwa investor lebih memilih menyimpan daripada menjual.
DeFi Cardano Tembus USD 100 Juta
Selain faktor teknikal, ekosistem DeFi Cardano juga ikut menyumbang sentimen positif. Total nilai yang terkunci (TVL) dalam DeFi Cardano sudah melewati $100 juta, mencerminkan meningkatnya aktivitas dan kepercayaan pengguna.
Kabar bahwa ETF untuk ADA bisa disetujui juga menambah optimisme investor. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang kuat, banyak analis percaya bahwa masa depan Cardano terlihat cerah.