Liputan6.com, Lampung - Ratusan orang merangsek masuk halaman Mapolsek Natar, Lampung Selatan, Selasa malam, (29/7/2025).
Mereka mencari orang hilang bernama Pandra (21). Dia menuntut polisi segera mencari Pandra. Sejak Sabtu (26/7/2025), Pandra tak jelas keberadaannya.
Advertisement
Pandra bekerja sebagai pegawai koperasi. Hari terakhir dia terlihat saat berpamitan kepada keluarganya untuk menagih utang ke salah satu nasabah. Namun sejak itu, keberadaannya tak lagi diketahui.
"Kami hanya ingin dia ditemukan, entah dalam kondisi seperti apa. Jangan dibiarkan menggantung," kata Anto, salah satu warga yang ikut mendatangi kantor polisi malam itu.
Kekhawatiran warga semakin memuncak setelah diketahui bahwa titik lokasi terakhir Pandra terlacak di sekitar rumah nasabahnya, dekat Bandara Radin Inten II. Namun saat dicek, rumah tersebut ternyata kosong dan sudah tak berpenghuni.
Keluarga dan masyarakat sekitar menduga kuat bahwa hilangnya Pandra tidak wajar. Mereka khawatir pemuda itu menjadi korban tindak kekerasan, bahkan ada dugaan pembunuhan.
Kerahkan Anjing Pelacak
Polsek Natar menyatakan saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif.
Kapolsek Natar, AKP Setio Budi Howo, mengonfirmasi, aparat telah menurunkan anjing pelacak ke lokasi terakhir yang diduga menjadi tempat menghilangnya Pandra.
"Kami sudah kerahkan unit pelacak dan terus mengejar terduga pelaku. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," ujar Setio kepada wartawan, Kamis (31/7).
Pandra sempat menghubungi keluarganya sebelum berangkat menagih utang. Namun sejak sore hari itu, nomor teleponnya tidak lagi aktif.
Situasi itu memicu kekhawatiran besar di tengah warga yang merasa kehilangan salah satu warganya secara misterius. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai keberadaan korban maupun identitas pelaku yang diduga terlibat.
Kapolsek meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. "Kami mohon masyarakat bersabar dan tetap mendukung proses hukum. Doakan semoga korban segera ditemukan," tutup dia.