Liputan6.com, Jakarta - Bursa transfer musim panas tahun 2025 memunculkan banyak nama-nama menarik. Mulai dari bintang muda sampai para veteran telah mengumumkan bahwa mereka resmi akan berlaga bersama klub baru di musim depan.
Satu nama menarik yang baru saja merampungkan transfernya adalah Granit Xhaka. Ia resmi bergabung bersama klub promosi Premier League, Sunderland, dari Bayer Leverkusen dengan biaya 17 juta pounds.
Advertisement
Gelandang berumur 32 tahun tersebut resmi kembali ke tanah Inggris, setelah terakhir kali berseragam Arsenal pada musim 2022/2023. Ia kemudian berlabuh ke Jerman dan berhasil memenangkan gelar liga dengan rekor tak terkalahkan.
Datangnya Xhaka menambah daftar pemain yang sudah didatangkan Sunderland pada bursa transfer kali ini. Total mereka telah mendatangkan 7 pemain sebagai persiapan mengarungi kasta tertinggi Inggris.
Kehadiran Xhaka tentu menjadi tambahan tenaga bagi skuad The Black Cats. Mereka tentunya berharap agar dapat bertahan di Premier League dan tidak terdegradasi hanya dalam satu musim.
Perjalanan Karir Xhaka
Perjalanan karier Granit Xhaka bermula dari negara asalnya, Swiss. Ia sudah bergabung bersama tim akademi FC Basel sejak tahun 2005 dan selalu menjadi andalan di lini tengah.
Pada tahun 2010, Xhaka muda resmi dipromosikan ke tim senior FC Basel dan menjalani musim debut yang menjanjikan. Ia memainkan total 67 pertandingan di semua kompetisi selama berada di Basel.
Karirnya kemudian berlanjut ke Jerman pada musim panas 2012/2013. Ia berlabuh bersama Borussia Monchengladbach sebelum hijrah ke Arsenal 4 musim berselang.
Puncak karirnya terjadi saat berseragam Arsenal dan Bayer Leverkusen, di mana ia memenangkan 2 Piala FA dan masing-masing satu gelar Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman.
Gelandang Serba Bisa
Salah satu nilai plus dalam permainan Granit Xhaka adalah kemampuannya untuk mengisi berbagai posisi di lini tengah. Hal itulah yang membuat banyak pelatih terus memercayai jasanya selama bermusim-musim.
Xhaka mampu menyerang, bertahan, dan mengontrol permainan dengan sama baiknya. Lebih lagi, ia merupakan tipe gelandang petarung yang rela jatuh bangun demi mempertahankan penguasaan bola.