Totti, Roma, dan Sepak Bola yang Tetap Berdenyut di Hati

Francesco Totti bukan hanya legenda AS Roma, tapi juga simbol sepak bola Italia yang penuh gairah dan kesetiaan. Ia adalah sosok yang tak pernah berpaling dari klub masa kecilnya, menghabiskan 25 tahun karier di Roma.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 30 Juli 2025, 11:42 WIB
Francesco Totti bersama istri, Ilary dan anaknya mengucapkan salam perpisahan kepada pendukung AS Roma usai pertandingan terakhirnya melawan Genoa di Stadion Olimpico, Minggu (28/5). Francesco Totti resmi pensiun. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Liputan6.com, Jakarta Francesco Totti bukan hanya legenda AS Roma, tapi juga simbol sepak bola Italia yang penuh gairah dan kesetiaan. Ia adalah sosok yang tak pernah berpaling dari klub masa kecilnya, menghabiskan 25 tahun karier di Roma, menciptakan momen-momen yang abadi bagi para tifosi. Kisahnya tidak berhenti di sana karena nama Totti kembali mencuat lewat kabar tak terduga dari sang putra, Cristian.

Totti menjalani debutnya di Roma pada usia 16 tahun dan terus membela klub itu sampai akhir kariernya. Ia menorehkan banyak prestasi, termasuk membawa Timnas Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Kini, di tengah kenangan kejayaannya, publik kembali menoleh saat Cristian Totti memutuskan pensiun dini dari sepak bola profesional.

Artikel ini akan mengajak pembaca menelusuri kembali jejak emas Francesco Totti, dari debut hingga menjadi ikon Roma dan Italia. Kita juga akan membahas keputusan mengejutkan Cristian, yang menambahkan babak baru dalam saga keluarga Totti di dunia sepak bola.


Debut Dini dan Karier Penuh Dedikasi

4. AS Roma - Dengan pelatih Fabio Capello, Francesco Totti dan kawan-kawan berhasil menjadi juara tahun 2001. Kala itu skuat diisi bintang dunia seperti Gabriel Batistuta dan Cafu. (Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)

Francesco Totti memulai perjalanannya bersama AS Roma pada 28 Maret 1993, saat usianya baru 16 tahun. Sejak awal, ia menunjukkan dedikasi dan talenta yang luar biasa di atas lapangan.

Pada 1998, Totti ditunjuk sebagai kapten Roma, menjadikannya kapten termuda dalam sejarah Serie A. Keputusan itu membuka jalan bagi kisah panjang antara Totti dan klub yang dicintainya.


Trofi, Rekor, dan Cinta Abadi

Francesco Totti. Legenda AS Roma ini berusia 40 tahun, 8 bulan dan 1 hari saat melakoni laga terakhirnya melawan Genoa di Liga Italia, 28 Mei 2017. Selama total 25 musim telah bermain dalam 785 laga dengan mencetak 307 gol dan 184 assist. (AFP/Filippo Monteforte)

Totti membawa AS Roma meraih gelar Serie A pada musim 2000-2001, yang menjadi Scudetto ketiga sepanjang sejarah klub. Ia juga membantu klub menjuarai dua Coppa Italia dan dua Supercoppa Italiana.

Secara pribadi, Totti mengukir rekor sebagai top skor sepanjang masa Roma dengan 307 gol. Ia juga tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak, yakni 786 laga.


Raja Roma di Panggung Dunia

Francesco Totti turut membantu Timnas Italia menjuarai Piala Dunia 2006. (AFP/ROBERTO SCHMIDT)

Di level internasional, Totti memperkuat Timnas Italia dalam lima turnamen besar, termasuk dua Piala Dunia. Puncaknya adalah pada 2006, saat Italia menjadi juara dunia di Jerman.

Meski bermain dengan cedera, Totti berkontribusi penting dalam perjalanan Italia menuju gelar juara. Ia pensiun dari tim nasional pada 2007, memberikan ruang bagi generasi baru.

Lanjut Baca:

Putra Totti, Cristian, sempat mengikuti jejak sang ayah dan terakhir bermain di Serie D bersama Olbia. Namun, kariernya singkat. Cristian memutuskan pensiun di usia 19 tahun dengan alasan tekanan dari nama besar ayahnya terlalu berat. Keputusan ini mengundang empati dan diskusi di kalangan pecinta sepak bola. Meski gantung sepatu lebih cepat, Cristian tetap mencintai sepak bola. Status WhatsApp-nya masih memuat emoji bola dan hati sebagai tanda cintanya pada permainan ini. Ia tak benar-benar meninggalkan dunia yang membesarkan nama ayahnya. Cristian kini akan membantu mengelola Totti Soccer School, akademi sepak bola yang didirikan ayahnya. Ia akan bekerja bersama pamannya, Riccardo Totti, dan general manager Claudio D'Ulisse dalam mencari dan membina talenta muda berbakat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya