Shandy Sondoro Ajak Nostalgia ke Era 1980-1990-an lewat Konser Intim

Shandy Sondoro siap mengajak penggemarnya bernostalgia ke era 1980-1990-an.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 30 Juli 2025, 13:00 WIB
Shandy Sondoro (tengah) saat jumpa pers konser "Intimate Night with Sandhy Sondoro: Tribute to 80’s & 90’s Hits", Selasa (29/7) di Jakarta. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Shandy Sondoro siap mengajak penggemarnya bernostalgia ke era 1980-1990-an. Lewat konser bertajuk "Intimate Night with Sandhy Sondoro: Tribute to 80’s & 90’s Hits", penyanyi bersuara khas ini akan menghibur lewat lagu-lagu yang terkenal di era tersebut, namun dengan sentuhan modern.

Di acara yang akan digelar di Kamis (31/7) di UFRE Bar & Lounge, Jakarta, Shandy akan tampil dengan konsep full band. Konsep ini memang sengaja dihadirkan untuk memperkaya interaksinya dengan penonton, sehingga suasana menjadi cair.

Dalam jumpa pers yang digelar Selasa (29/7), Shandy mengungkapkan, awal mula ide konser intim ini. Dia mengaku sempat diundang menjadi host di Lufre, dan meraskan vibe yang asyik dan sound yang enak.

"Dari situ terus tercetus bikin konsep 'Intimate Concert'. Membawakan lagu-lagu hits 80-an dan 90-an, Lagu-lagu barat seperti Toto, Michael Bolton, Bryan Adam tapi dengan aransemen yang fresh," ujarnya.

Dia menambahkan, "Tapi lagu gubahan saya sendiri seperti 'Tak Pernah Padam' dan 'Malam Biru' kita bawakan karena memang punya memori sendiri untuk kita semua."

 


Fokus Tematik

Shandy Sondoro (kedua dari kiri) siap menggelar konser "Intimate Night with Sandhy Sondoro: Tribute to 80’s & 90’s Hits", Selasa (29/7) di Jakarta. (Ist)  

Yang membedakan konser intim ini dari pertunjukan lainnya adalah fokus tematiknya yang secara khusus memberikan penghormatan pada lagu-lagu klasik dari era 80-an dan 90-an. Bagi generasi yang tumbuh besar di masa itu, momen ini menjadi perjalanan nostalgia yang menghangatkan hati.

Sementara bagi generasi muda, konser ini menawarkan pengalaman edukatif—memperkenalkan mereka pada masa keemasan musik pop dunia yang kaya melodi dan emosi.

"Berangkat dari lagu 80 dan 90, kita dulu pengen 'sing a long', gak cuma joget-joget, kita rasakan dalamnya kata-kata. Dari situ kita berangkat. Untuk interior tempat ini kita berangkat dari gothic ya. Untuk alasan memilih Sandhy di konser nanti, Om Sandhy dalam bermusik 'classy' lah, sangat berkelas," ujar Antonius Leonardi sebagai perwakilan Lufre.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya