Kabar Gembira, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Bakal Terwujud

Pemerintah tengah menyiapkan kerangka regulasi untuk perluasan proyek kereta cepat hingga Surabaya.

oleh Arthur GideonDiperbarui 20 Agustus 2025, 14:46 WIB
KCIC mengimbau agar calon penumpang memperhatikan jadwal kereta cepat yang dipilih dan datang selambat-lambatnya satu jam sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari antrean. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia mulai menyusun regulasi baru sebagai langkah awal memperluas jalur kereta cepat dari Jakarta dan Bandung hingga ke Surabaya. Proyek ini dipastikan akan menjadi salah satu prioritas strategis di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat membuka Indonesia Railway Conference 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang tegas untuk memperluas jalur kereta cepat Jakarta, Bandung hingga Surabaya,” kata AHY dikutip dari Antara, Selasa (29/7/2025).

Lebih dari sekadar proyek fisik, AHY menekankan bahwa perluasan jalur kereta cepat mencerminkan visi besar untuk menghadirkan konektivitas antarkota di Pulau Jawa secara lebih cepat, bersih, dan terintegrasi.

“Kunci dari visi ini adalah memperkuat koridor Bandung-Surabaya,” ujarnya.

Dampak Ekonomi dan Mobilitas

Jika proyek ini terwujud, AHY meyakini akan ada dampak positif yang signifikan, baik dari sisi mobilitas maupun pertumbuhan ekonomi. Waktu tempuh antarwilayah akan berkurang drastis, sementara efisiensi logistik dan distribusi akan meningkat.

“Tentu saja menghasilkan manfaat ekonomi dengan menghubungkan kota-kota, industri, dan pelabuhan di seluruh Pulau Jawa,” katanya.

Selain fokus pada jalur darat, pemerintah juga memastikan bahwa pembangunan transportasi akan menyentuh semua sektor, termasuk udara dan laut. Ini dilakukan untuk menciptakan sistem transportasi nasional yang inklusif dan saling terhubung.

“Masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat bergantung pada seberapa baik kita mengintegrasikan sistem transportasi darat dan laut,” tutur AHY.

Ia menambahkan, sekitar 60 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir. Karena itu, pembangunan sektor maritim tidak bisa dianggap sekunder, melainkan menjadi elemen penting bagi pertumbuhan nasional ke depan.

Cetak Sejarah Baru, Whoosh Layani 10 Juta Penumpang

Petugas perempuan Kereta Cepat Whoosh mengenakan kebaya sambil membagikan bunga kepada calon penumpang di Stasiun Halim Whoosh, Jakarta, Senin (21/4/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat pencapaian penting dalam sejarah transportasi Indonesia pada 25 Juni 2025, yaitu melayani 10 juta penumpang melalui layanan Kereta Cepat Whoosh.

Perseroan mencatat, sejak beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023 hingga 25 Juni 2025, KCIC telah melayani sebanyak 10.014.707 penumpang melalui 29.786 perjalanan Whoosh yang dioperasikan dengan aman dan selamat.

 General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengungkapkan bahwa capaian ini menandai tonggak sejarah baru dalam perkeretaapian nasional.

“Capaian 10 juta penumpang ini bukan sekadar angka, tetapi simbol nyata kemajuan bangsa dalam menghadirkan moda transportasi modern, ramah lingkungan, dan berstandar tinggi. Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu mewujudkan transformasi besar di sektor transportasi untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat,” ujar Eva dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Kamis (26/6/2025).

“Pencapaian ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kepada Whoosh sebagai moda transportasi masa depan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eva mengungkapkan, capaian ini ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemegang saham, hingga seluruh mitra yang terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian Whoosh.

Integrasi Antar-Moda

Pekerja yang mengenakan kostum Sinterklas berkomunikasi dengan anak-anak saat membagikan hadiah Natal kepada penumpang kereta cepat Whoosh. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Eva mengakui, capaian 10 juta penumpang Whoosh juga turut didukung oleh integrasi moda transportasi pengumpan seperti kereta feeder, LRT Jabodebek, layanan bus, hingga taksi.

Selain itu, perjalanan panjang pembangunan Whoosh juga menjadi bagian dari proses transfer teknologi dan pengetahuan dari tenaga profesional kepada SDM Indonesia.

“Kini, seluruh operasional Kereta Cepat Whoosh telah sepenuhnya dijalankan oleh SDM Indonesia, mencerminkan kemajuan signifikan dalam penguasaan teknologi tinggi di sektor transportasi nasional,” beber Eva.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya