Harapan buat Timnas Indonesia U-23: Jaga Sportivitas, Menang dengan Terhormat

Tim diminta untuk bermain maksimal tanpa niat mencederai lawan. Sportivitas tetap jadi prinsip utama yang harus dijaga di laga final.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 29 Juli 2025, 12:54 WIB
Timnas Indonesia U-23 sukses membungkam perlawanan Thailand pada babak Semifinal Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Final Piala AFF U-23 2025 bakal jadi ajang pembuktian Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Vietnam U-23. Duel panas ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa, 29 Juli 2025 pukul 20.00 WIB. Semua mata tertuju pada bagaimana Indonesia tampil total di kandang sendiri.

Namun, ada pesan penting dari Ketua PSSI, Erick Thohir, yang menegaskan bahwa keras boleh, kasar jangan. Manajer Timnas Indonesia U-23, Ahmed Zaki Iskandar, mengungkapkan bahwa tim diminta untuk bermain maksimal tanpa niat mencederai lawan. Sportivitas tetap jadi prinsip utama yang harus dijaga di laga final.

Vietnam memang dikenal dengan gaya bermain cepat dan keras, tapi itu bukan alasan untuk terpancing emosi. Zaki menekankan bahwa Garuda Muda sudah siap tempur, baik secara fisik maupun mental. Harapannya jelas, yaitu menang dengan terhormat.


Jaga Kepala Tetap Dingin

Timnas Indonesia U-23 secara dramatis berhasil menaklukkan Thailand U-23 lewat babak adu penalti pada semifinal Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Menjelang laga puncak, Erick Thohir meminta tim Indonesia tidak gentar menghadapi permainan keras Vietnam. Namun, peringatan utamanya adalah menjaga batas antara bermain keras dan bermain kasar.

"Tentu saja tetap harus menjunjung tinggi sportivitas. Keras bukan berarti harus mencederai lawan," ujar Zaki, dikutip dari Bola.com.

Zaki menegaskan bahwa pesan dari Erick adalah soal menjaga keseimbangan antara semangat juang dan etika bertanding. Garuda Muda tidak boleh kalah cepat, tidak boleh kalah keras, tapi tetap menjaga fair play.

"Tidak boleh kalah cepat, tidak boleh kalah keras dari tim Vietnam, tapi bukan berarti untuk mencederai lawan," tegasnya.


Vietnam Siap Menekan

Para pemain Timnas Indonesia U-23 bersuka cita melangkah ke partai final usai menang dramatis atas Thailand pada babak semifinal Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Analisis tim pelatih menunjukkan bahwa Vietnam bakal menekan sejak awal dengan permainan agresif. Indonesia harus waspada dan merespons dengan kekuatan serta kecerdasan taktik.

"Dari hasil pantauan, permainan Vietnam lebih cepat, lebih keras permainannya," ujar Zaki.

Meski begitu, setiap tim punya gaya dan komposisi berbeda yang bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Zaki yakin timnya bisa mengimbangi permainan Vietnam tanpa kehilangan kendali.

"Kita juga melihat setiap tim ini punya strategi, punya komposisi pemain yang berbeda-beda," katanya.


Siap Laga Berat

Pemain Timnas Indonesia saat merayakan kemenangan atas Thailand di babak Semifinal Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Laga semifinal yang berjalan sampai adu penalti jadi ajang penguatan mental bagi Timnas Indonesia U-23. Menurut Zaki, para pemain sudah membuktikan ketahanan fisik dan mental mereka.

"Mental para pemain, mereka semua bekerja keras, gigih, semuanya sampai ke babak penalti itu ujian mental," tuturnya.

Kini, Garuda Muda dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi laga final yang diprediksi berjalan sengit. Mereka percaya diri untuk meraih kemenangan tanpa harus mengorbankan sportivitas.

"Apapun yang terjadi nanti, tim kita sudah siap semua," tegas Zaki.

Sumber: Bola.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya