Sinopsis Film Bertaut Rindu Dibintangi Ari Irham dan Adhisty Zara, Selamat Datang Cinta Masa SMA

Salah satu film Indonesia yang akan rilis Kamis (31/7/2025), Bertaut Rindu: Semua Impiam Berhak Dirayakan. Film ini dibintangi Adhisty Zara dan Ari Irham.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 29 Juli 2025, 11:30 WIB
Salah satu film Indonesia yang akan rilis Kamis (31/7/2025), Bertaut Rindu: Semua Impiam Berhak Dirayakan. Film ini dibintangi Adhisty Zara dan Ari Irham. (Foto: Dok. Sinemart)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu film Indonesia yang akan rilis pada Kamis (31/7/2025) yakni Bertaut Rindu: Semua Impiam Berhak Dirayakan. Film karya sines Rako Prijanto ini menempatkan Adhisty Zara sebagai pemeran utama.

Dalam film Bertaut Rindu yang diproduksi Sinemart, Adhisty Zara memerankan Jovanka. Ia diam-diam menyimpan cinta untuk Magnus, yang dimainkan Ari Irham. Keduanya hobi melukis dan bersekolah di SMA yang sama.

Cerita cinta masa SMA selalu menarik untuk dibahas. Berikut sinopsis film Bertaut Rindu: Semua Impiam Berhak Dirayakan. Jovanka yang ceria dan ekspresif rupanya menyimpan luka dalam keluarga.

Ayahnya, Agung (Irgi Fahrezi) dan ibunya, Yuli (Putri Ayudya) cerai. Jovanka yang tinggal bersama ibunya sakit hati mendapati Agung punya pacar baru. Sejak itu, komunikasi Jovanka dan ayahnya merenggang.

 


Jovanka dan Magnus

Ari Irham sebagai Magnus dalam film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan. (Foto: Dok. Sinemart)

Di sisi lain, Magnus anak orang kaya. Ayahnya, Brata (Willem Bevers) adalah pengusaha sukses. Ibunya, Diana (Aida Nurmala) sosialita. Magnus diminta kuliah bisnis untuk meneruskan usaha keluarga.

Padahal, Magnus punya minat dan bakat besar dalam melukis. Merasa tak didengar dan tidak pernah diberi kebebasan memilih membuat Magnus jadi pribadi introver. Tak punya teman di sekolah. Tertutup. Memendam semua masalah sendiri.

 


Mendekati Lulus Sekolah

Adhisty Zara sebagai Jovanka dalam film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan. (Foto: Dok. Sinemart)

Kegigihan Jovanka dalam mengetuk pintu hati membuat Magnus perlahan membuka diri. Magnus punya segalanya tapi kesepian. Jovanka yang ceria kini mewarnai harinya. Hingga akhirnya, hari yang tak diharap tiba.

Mendekati lulus sekolah, Diana dan Brata minta putranya kuliah ke luar negeri. Padahal, hati Magnus tertambat di ITB. Magnus mulai putus asa. Jovanka membesarkan hati Magnus agar berani bersuara dan menentukan pilihan.

 


Magnus dan Privilese

Film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan. (Foto: Dok. Sinemart)

“Magnus anak remaja yang terlahir di keluarga (kaya) dan punya privilese. Walau punya privilese, dia tidak punya pilihan hidup atas kemauannya sendiri. Itu sangat membebani hidupnya Magnus. Dia bahkan enggak tahu cara bikin teh atau kopi,” ujar Ari Irham.

Adhisty Zara menambahkan, Bertaut Rindu bukan kisah cinta era putih abu-abu biasa. Ada isu kesehatan mental yang disajikan dengan penuh empati, tak terasa berat, dan tetap menghibur. Cocok untuk ditonton remaja bersama ayah bunda mereka.

“Ini tentang mental illness, topik yang kita sendiri saat baca naskahnya, banyak banget adegan yang related. Pasti orang-orang pernah mengalami. Insyaallah relate dengan masyarakat Indonesia,” bintang film Dua Garis Biru memaparkan.

Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya