Blak-Blakan Anwar Ibrahim soal Kabar Riza Chalid Sembunyi di Malaysia

Anwar membenarkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyampaikan permintaan resmi untuk memulangkan Riza.

oleh SupriatinDiperbarui 29 Juli 2025, 10:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim akhirnya angkat bicara soal kabar tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, Riza Chalid, yang disebut-sebut bersembunyi di Malaysia.

Anwar membenarkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyampaikan permintaan resmi untuk memulangkan Riza. Namun, dia tak secara gamblang mengonfirmasi keberadaan Riza di negaranya.

“Ada (permintaan dari Indonesia),” ujar Anwar kepada media, Selasa (29/7/2025).

Meski begitu, Anwar menegaskan jika benar Riza berada di Malaysia, maka proses hukum harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Dia menyebut, penting untuk memastikan terlebih dulu status hukum Riza sebelum melangkah lebih jauh.

Anwar kemudian menyinggung contoh kasus di negaranya, saat rumah salah satu mantan perdana menteri pernah ditemukan menyimpan 170 juta ringgit yang diduga hasil korupsi. Menurutnya, semua harus diserahkan pada proses hukum, bukan sekadar persepsi.

"Saya tidak fokus berdasarkan persepsi. Kalau saya investigasi. Ikut jalur hukum. Itu bagi saya," tegasnya.

Prabowo Disarankan Lobi PM Malaysia Pulangkan Riza Chalid

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menulis surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto agar membicarakan proses hukum saudagar minyak Mohammad Riza Chalid saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim.

Bukan tanpa alasan, Boyamin menyebut Riza Chalid dekat dengan Anwar Ibrahim sejak belum menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

“Bahwa Riza Chalid memiliki pertemanan yang rapat atau dekat dengan Anwar Ibrahim sebelum jadi Perdana Menteri Malaysia. Jejak digital terdapat foto terlampir yang dipublikasikan Kesultanan Kedah, berisi Anwar Ibrahim bersama Riza Chalid menghadap Sultan Kedah Malaysia pada tanggal 2 bulan Oktober 2022,” tutur Boyamin dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/7/2025).

Boyamin mengaku telah pelesiran ke Malaysia pada tanggal 26 dan 27 Juli 2025 untuk menelusuri keberadaan Riza Chalid. Meski belum berkesempatan bertemu langsung, namun informasi keberadaan tersangka kasus korupsi minyak mentah di Negeri Jiran itu dikuatkan temuan tempal tinggal yang sering disinggahi di kawasan negara bagian Johor dan Kota Johor Bahru.

“Untuk memulangkan Riza Chalid diperlukan kerja sama yang baik antara kedua pemerintahan RI dan Malaysia. Meskipun menjadi kewajiban Pemerintah Malaysia memulangan WNI yang bermasalah hukum, namun pembicaraan khusus Bapak Prabowo Subiyanto dengan YAB Anwar Ibrahim tetap diperlukan guna memastikan atau mempercepat pemulangan Riza Chalid,” jelas dia.

Boyamin mengaku khawatir proses pemulangan Riza Chalid akan menemui banyak kendala dan berkepanjangan, sehingga diperlukan pembahasan khusus oleh Kepala Pemerintahan kedua negara.

Terlebih, ada kabar bahwa Riza Chalid diduga telah menikah dengan kerabat sultan di sebuah negara bagian Malaysia, yakni Kesultanan atau Kerajaan inisial J atau K. Hubungan tersebut pun semakin memperkuat posisi Riza Chalid.

“Pengalaman masa lalu, Pemerintah RI mampu memulangkan Djoko Tjandra dari Malaysia dikarenakan hubungan baik kerjasama kedua negara. Hal ini menjadi modal kuat bagi Pemerintah RI guna memulangkan Riza Chalid dari Malaysia,” Boyamin menandaskan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya