Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertolak ke Lampung dalam rangka peletakan batu pertama atau groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polda Lampung.
"Pembangunan SPPG ini merupakan komitmen Polri mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis,” tutur Listyo dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).
Advertisement
Menurut Listyo, total ada 20 SPPG milik Polda Lampung yang akan beroperasi untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
"20 SPPG direncanakan bisa menyalurkan makan gizi gratis ke ribuan penerima manfaat di tiap SPPG,” kata dia.
Sejumlah pejabat utama Mabes Polri turut hadir dalam acara SPPG di Lampung, antara lain Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo, Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada, Astamaops Kapolri Komjen Akhmad Wiyagus hingga Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.
Kegiatan itu juga turut dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryowibowo.
Momen Prabowo dengan Curhatan MBG
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bercerita momen hatinya tersentak saat mendengar siswa menagih Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sekolahnya belum kebagian. Program tersebut menjadi terasa sangat dibutuhkan, sehingga dia berupaya mempercepat pemerataan penerima manfaat.
"Saya kemarin dari Solo ke Klaten, di pinggir jalan anak-anak sekolah, guru-guru semua, rakyat keluar dari rumah. Saya pikir ini kan sudah bukan kampanye lagi, tapi sudah mereka berdiri berjam-jam. Saya keluar dari kendaraan saya, saya buka, saya berdiri di atas. Saya dengar anak-anak itu, anak-anak teriak Pak makan bergizi Pak,” tutur Prabowo saat acara Harlah ke-27 PKB di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (23/7/2025).
Dia kemudian teringat laporan terakhir yang diterimanya, bahwa baru sebanyak 6,7 juta penerima manfaat MBG. Kepada anak tersebut, dia saat itu hanya dapat memintanya bersabar.
"Saya bilang sabar. Saya teriak kembali (ke anak itu) sabar, sabar,” kata Prabowo sambil menirukan gerak tangan dan badan si anak yang meminta MBG.
Percepat alur Distribusi
Prabowo gelisah mendengar harapan siswa soal MBG, hingga akhirnya langsung menelepon stafnya demi mencari peluang mempercepat perluasan penerima manfaat MBG.
Namun jawaban awal, target akhir Agustus 2025 baru akan mencapai 20 juta penerima manfaat.
"Tapi saya minta bagaimana caranya, pikirkan bagaimana kita bisa mempercepat. Mereka laporkan, Pak ternyata kita mungkin bisa mempercepat. Dan inilah yang saya titip sama staf-staf saya, kepala badan, dan semuanya, anak-anak itu sangat mengharapkan,” ungkap dia.
"Anak-anak itu paham bahwa tata kelola uang negara tidak bisa begitu saja, tiap sen harus kita jaga, berarti harus dilatih pengurus-pengurus dapur, harus disiapkan, mereka harus ditatar, mereka harus mengerti cara mengelola uang, dan itu butuh waktu,” lanjutnya.
Berdasarkan hitung-hitungan timnya, Prabowo dapat mempercepat tercapainya angka 20 juta penerima manfaat setidaknya sebelum 17 Agustus 2025.
"Dan sesudah itu akan naik terus. Dan Kita berdoa, kita berharap bulan Desember tahun ini akan mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” Prabowo menandaskan.