Beras Bansos di Garut Tidak Sesuai Takaran Harusnya 10 Kg tetapi 7,5 Kg, Pemda Buka Suara

Berasarkan uji timbang secara acak yang dilakukan bersama petugas desa dan beberapa warga penerima bantuan, sebanyak 10 paket beras dari 657 paket beras yang dikirim, hanya berisi 7,5 kg. Seharusnya berat beras 10 kg.

oleh Jayadi SupriadinDiperbarui 28 Juli 2025, 12:14 WIB
Ilustrasi beras

Liputan6.com, Jakarta Beras bantuan sosial (bansos) untuk warga Kabupaten Garut tidak sesuai takaran. Berasarkan uji timbang secara acak yang dilakukan bersama petugas desa dan beberapa warga penerima bantuan, sebanyak 10 paket beras dari 657 paket beras yang dikirim, hanya berisi 7,5 kg. Seharusnya berat beras 10 kilogram (kg).

Pemerintah daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat saling lempar tanggung jawab, mengenai dugaan kekurangan berat timbangan beras bantuan pangan yang diterima masyarakat.

"Itu kan pengirimannya dari Bulog dari PT JPL, ini juga sedang berkoordinasi, itu seharusnya (masyarakat) menerima sesuai timbangan," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Aji Sukarmadji, Senin (28/7).

Menurutnya, setelah informasi dugaan kekurangan berat timbangan beras bantuan pangan pemerintah, lembaganya langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

"Kita sedang upayakan berkoordinasi, itu pengirimnya PT JPL," lanjutnya.

Seluruh penyaluran bantuan itu merupakan kewengan Bulog termasuk dengan melibatkan pihak ketiga dalam proses pendistribusian bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) itu diminta bantuan dari mereka untuk pengurusan administrasinya saja, adapun barangnya dari Bulog," ujar dia.

Dalam praktiknya, setiap KPM seharusnya mendapatkan bantuan beras seberat 20 kg, yang diberikan sesuai dengan surat panggilan yang dibuatkan pemerintah desa untuk menerima bantuan itu.

"Jadi TKSK tidak ada tanggung jawab dengan beras, tapi membantu Bulog untuk administrasinya saja," dalihnya.

Meski demikian, untuk mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab atas dugaan kekurangan berat timbangan itu, dia mengajak pihak lain ikut melakukan monitoring.

"Kita mengawasi monitor kaitan dengan ini begitu juga bulignya ikut mengawasi," ujar dia.

Aji menegaskan, seluruh bantuan yang diberikan kepada seluruh KPM, sesuai dengan data yang dikeluarkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

"Jadi dari Dinsos membantu, TKSK membantu administrasi, jadi kita tadi juga dibahas, malahan dari Kamis melaksanakan monitoring lapangan," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, kabupaten Garut, Indra Firman, mengeluhkan kekurangan berat timbangan beras bantuan pangan di wilayahnya.

Dari uji timbang secara acak yang dilakukan bersama petugas desa dan beberapa warga penerima bantuan, sebanyak 10 paket beras hanya berisi 7,5 kg dari seharusnya seberat 10 kg. Bahkan setelah berkoordinasi dengan beberapa desa, kasus serupa juga terjadi.

Sementara itu, Kepala Bulog Ciamis, Dadan Irawan membantah adanya kekurangan berat timbangan dari tiap paket beras yang diberikan bagi masyarakat.

"Tim lapangan kami langsung terjun setelah mendapat info di Cisompet. Kami cek lokasi pengecekan tersebut dan tidak ditemukan kondisi seperti yang dilaporkan," ujar dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya