3 Tempat Penting Versi Kompolnas untuk Ungkap Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional atau Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengungkap tiga tempat penting untuk mengungkap misteri kematian diplomat muda Kemlu.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 28 Juli 2025, 12:15 WIB
Kompolnas mendatangi kamar kos tempat tewasnya diplomat muda Kemlu, ADP (39), di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025). (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional atau Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengungkap tiga tempat penting untuk mengungkap misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Diplomat Muda Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP. Dia meyakini, tiga tempat itu menjadi penguak fakta kematian ADP.

"Sebenarnya fakta-fakta itu sudah kami ketahui. Makanya kami bilang soal titik tempat yang paling penting ada di tiga tempat," kata Komisioner Kompolnas Choirul Anam di Polda Metro Jaya, Senin (28/7/2025).

Anam membeberkan, tempat pertama adalah rumah kos tempat Arya tinggal di Gondangdia, Jakarta Pusat. Tempat kedua, kata dia, pusat pembelanjaan. Diketahui, malam sebelum ADP meninggal, dirinya baru saja mengunjungi Grand Indonesia Jakarta.

Tempat ketiga, lanjut Anam, adalah tempat kerjanya di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Diketahui, ADP sempat terlihat di rooftop Kemenlu sebelum akhirnya pulang ke kost.

"Nah itu semua sudah ditelusuri, rapi, rekam jejak digitalnya ada. Ya menit per menit juga ada. Rekam jejak gambar CCTV juga ada. Sehingga sebenarnya kasus ini terang-terang dalam sisi peristiwa," yakin Anam.

Anam menyebut, saat ini hal yang masih menjadi misteri adalah sisi penyebab dari kematian ADP. Sebab pihaknya menunggu hasil otopsi dari ahli.

"Semoga hasil otopsi sudah ada hari ini dsn bisa kita lihat apa penyebab kematiannya," dia menandasi.

Diketahui, kematian ADP memantik perhatian publik. Sebab, jenazah ditemukan di dalam kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 8 Juli 2025 dalam keadaan kepala dalam kondisi terlilit lakban.

Belum diketahui, apakah yang bersangkutan bunuh diri atau dibunuh. Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga.

Susatyo menerangkan korban dalam posisi terbaring di atas kasur kamar nomor 105. Saat itu, tubuhnya tertutup selimut di atas kasur.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian misterius Arya Daru. Polisi juga masih mencari ponsel Arya Daru.

 

Polisi Bakal Hadirkan Sejumlah Pihak Ungkap Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu

Kompolnas menyambangi tempat kos yang ditinggali diplomat muda Kemlu ADP (39) semasa hidup di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng Jakarta Pusat pada Selasa (22/7/2025).(Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Sebelumnya, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan, sejumlah pihak dihadirkan ke Polda Metro Jaya untuk mengungkap misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Diplomat Muda Kemenlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP. Mereka dihadirkan untuk dilakukan gelar hasil penyelidikan akhir terhadap kasus tersebut.

"Untuk eksternalnya dari Kemenlu, tempat korban bekerja, ahli otopsi, dari siber juga dihadirkan untuk masalah bukti digital, kemudian ahli psikologi forensik, kemudian komponen pengawas (Kompolnas) biar transparan, kemudian Komnas HAM," ujar Reonald di Polda Metro Jaya, Senin (28/7/2025).

Reonald belum dapat memprediksi berapa lama gelar hasil penyelidikan akhir bakal berlangsung. Sebab, kata dia, para ahli akan menjelaskan temuannya masing-masing.

"Tergantung penjelasan para ahli ya, kemudian nanti dari siber juga pasti menjelaskan bukti yang mendukung bahwa menyatakan kejadian itu bisa terjadi gitu, dari hal-hal bukti digitalnya, dari CCTV, dari data yang diangkat dari laptopnya korban gitu," terang Reonald.

 

Harapkan Bisa Segera Terungkap

Indekos Diplomat Muda Kemlu Tewas Terlilit Lakban (Foto: Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Reonald berharap, usai semua keterangan disatukan, maka diharapkan segera dilangsungkan jumpa pers. Tujuannya agar publik dapat mendapatkan keterangan yang finalnya.

"Sekali jalan aja, sekali gelinding kan selesai. Karena kan ditunggu betul-betul ditunggu masyarakat," Reonald menandasi. Sebelumnya, tas diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang tewas dengan kepala terlilit lakban, Arya Daru Pangayunan (39), sudah ditemukan. Tas itu sempat dibawa Arya Daru ke Rooftop lantai 12 Gedung Kemlu sebelum ditemukan tewas.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Reonald Simanjuntak mengungkap, tas itu berisi laptop, obat, hingga pakaian.

"Laptop, pakaian yang baru dibeli, ada beberapa obat-obatan yang korban bawa, terus ya pokoknya belanjaan yang baru dia beli, beberapa nota, beberapa alat-alat kantor lah gitu," ujar Reonald, Senin (28/7/2025).

Dia enggan membeberkan jenis obat apa saja yang berada dalam tas Arya Daru. Dia hanya kembali menegaskan, ditemukan surat rawat jalan Arya Daru yang dikeluarkan salah satu rumah sakit umum di Jakarta. Surat itu dikeluarkan pada Juni 2025.

"(Riwayat sakit) enggak bisa saya kasih tahu ya, karena itu masuk ke privasi," kata Reonald.

 

Misteri Tas Diplomat Muda Kemlu Terungkap, Ditemukan di Dekat Tangga Darurat

Kompolnas menyambangi tempat kos yang ditinggali diplomat muda Kemlu ADP (39) semasa hidup di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng Jakarta Pusat pada Selasa (22/7/2025).(Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Sebelum naik ke rooftop gedung Kemlu, lanjut Reonald, Arya Daru sempat berbelanja beberapa potong pakaian di Grand Indonesia (GI).

Menurut Reonald, tas Arya Daru ditemukan sehari setelah penemuan jenazahnya di indekos kawasan Mentang. Tas itu ditemukan di tangga darurat lantai 12 gedung Kemlu.

"Ditemukan lah tas itu di lantai 12 di samping tangga darurat," jelasnya.

Dia mengatakan, akses menuju rooftop Gedung Kemlu sendiri tidak bisa sembarangan. Pengunjung harus menggunakan lift hingga lantai 12, kemudian melanjutkan lewat tangga darurat untuk mencapai atap gedung.

"Liftnya itu sampe lantai 12, terus pakai tangga darurat (ke rooftop), ada tangga darurat ke rooftop itu," kata dia.

Infografis Tragedi Mematikan Pesta Halloween di Itaewon Korea Selatan (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya