Dorong SDM Berkualitas, Lulusan Sarjana Diminta Beri Kontribusi Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kolaborasi dengan industri dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing institusi.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 28 Juli 2025, 11:00 WIB
Acara Wisuda ke-32 STMIK AMIK Bandung, Sabtu (26/7/2025) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Senat STMIK AMIK Bandung, Dr.Eng. Ali Suryaperdana Agoes, M.T., berpesan kepada para anak didiknya untuk bersiap menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurut dia, mereka harus dapat bersaing di era digital serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintah, negara, dan agama, serta siap mengambil peran strategis menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya dalam acara Wisuda ke-32 STMIK AMIK Bandung, Sabtu (26/7/2025).

Sementara itu, dr. Asad, Sp.THT-KL, mewakili Yayasan menekankan pentingnya penguatan SDM dan transformasi sarana-prasarana kampus untuk menjawab tantangan digital yang kian kompleks. Kolaborasi dengan industri dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing institusi.

“Perlu penguatan SDM agar lulusan memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan memadai. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri dan instansi, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi kunci menjadikan kampus lebih kompetitif,” pesan dr. Asad.

Senada, Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si., Rektor Telkom University priode 2018-2024 sekaligus Ketua APTIKOM Jawa Barat menegaskan kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian.

“Wisuda adalah awal dari kontribusi nyata. Di era AI, lulusan STMIK AMIK Bandung tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tapi harus menjadi pengembang dan agen perubahan,” tegas Prof Adwijaya.

 

Mindset dan Kemampuan Adaptasi

Prof Adwijaya. juga yakin, teknologi hanyalah alat dan penentu sesungguhnya adalah mindset dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan. Pendidikan pun, katanya, tidak cukup hanya mengandalkan teori dan keterampilan, melainkan juga pengalaman nyata serta kolaborasi dengan masyarakat dan industri.

“Kolaborasi akan membawa kita pada permasalahan riil yang bisa diselesaikan dengan ilmu dan teknologi. Di sanalah lulusan akan benar-benar berkontribusi,” dia menandasi.

Infografis Macam-Macam Permainan Tradisional Populer. (Dok: Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya