Liputan6.com, Manado - Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) didampingi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado memeriksa kapten KM Barcelona V berinisial IB, tersangka kasus terbakarnya kapal ini di perairan Pulau Talisei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.
Kepala KSOP Manado Kolonel (Marinir) Amrul Adriansyah mengungkapkan adanya dua nama penumpang yang sama tercatat dalam satu data manifest penumpang KM Barcelona V. Temuan ini menjadi bagian dari proses verifikasi lanjutan pascainsiden kebakaran KM Barcelona V.
Advertisement
“Hari ini kami melakukan koordinasi dan mencocokkan data yang masuk dari seluruh pihak, seperti TNI, Polri, Basarnas, dan Dinas Perhubungan,” ungkap Kolonel Amrul, Sabtu (27/7).
Dia mengatakan, temuan dua nama ganda ini menunjukkan masih adanya potensi ketidaksesuaian dalam sistem pendataan penumpang. Oleh karena itu, proses verifikasi data masih terus berlangsung secara menyeluruh.
“Namun data ini belum final. Kami masih menunggu jika ada pembaruan atau tambahan data dari lapangan. Semua masih dinamis, apalagi dalam situasi darurat seperti ini,” tuturnya.
Dia menyatakan bahwa hasil akhir jumlah penumpang akan diumumkan secara resmi setelah masa pencarian dan evakuasi korban oleh Basarnas berakhir. Ia menekankan pentingnya validasi akhir agar tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan korban selamat maupun hilang.
“Kita tidak ingin gegabah menyimpulkan. Setelah semua proses pencarian selesai, Basarnas yang akan menyampaikan data final,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, usai melakukan pemeriksaan intensif terhadap nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK), Polda Sulut akhirnya menetapkan nahkoda KM Barcelona V sebagai tersangka, Senin (21/7).
Penetapan tersangka ini menyusul tragedi terbakarnya KM Barcelona V yang menewaskan 3 penumpang pada, Minggu (20/7/2025) siang, di Perairan Pulau Talisei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.
“Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan, Ditpolairud Polda Sulut menetapkan satu tersangka berinisial IB,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Alamsyah P Hasibuan di Manado pada, Senin (21/7/2025) malam.
Selain nakhoda, Ditpolairud Polda Sulut juga sementara memeriksa 13 ABK usai kebakaran KM Barcelona V yang berlayar dari Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Kota Manado.
“Untuk yang lainnya sementara dalam pengembangan,” ujar Hasibuan.
Dia mengatakan, penetapan tersangka terhadap nakhoda IB dilakukan atas dugaan awal bahwa penumpang yang ada di KM Barcelona V tidak sesuai dengan manifes. Dugaan selanjutnya adalah tidak berjalannya standar operasional prosedur (SOP) kedaruratan.
Diketahui, KM Barcelona V dalam perjalanan dari Pelabuhan Talaud menuju Pelabuhan Manado terbakar di perairan Talise sekitar pukul 14.00 Wita.
Berdasarkan data Basarnas Manado, terdata ada sebanyak 580 orang. Ada 575 orang dinyatakan selamat, tiga meninggal dunia, dan dua masih dalam pencarian.