15 Tanaman Hias yang Bagus untuk Teras Rumah Minimalis, Segar dan Tahan Panas

Ingin teras rumah minimalis Anda tampil lebih segar dan asri? Temukan rekomendasi tanaman hias yang bagus untuk teras rumah minimalis di iklim panas Indonesia, lengkap dengan tips perawatan dan rekomendasi letaknya.

oleh Septika ShidqiyyahDiterbitkan 27 Juli 2025, 19:35 WIB
Teras Cor Dak untuk Rumah Estetik ala Instagram 2025 (Foto: ChatGPT)

Liputan6.com, Jakarta Teras rumah merupakan bagian penting yang dapat mempercantik tampilan hunian dan mencerminkan kepribadian pemiliknya. Menghadirkan tanaman hias yang bagus untuk teras rumah minimalis, terutama yang tahan terhadap iklim panas Indonesia, adalah cara efektif untuk menciptakan suasana yang segar dan nyaman.

Pemilihan tanaman hias untuk teras rumah minimalis perlu mempertimbangkan ketahanan terhadap panas, kemudahan perawatan, dan efisiensi ruang. Artikel ini akan mengulas berbagai rekomendasi tanaman hias yang cocok untuk teras rumah Anda, dilengkapi dengan panduan perawatan dan penataan yang tepat.

Dengan pemilihan dan penataan yang cermat, teras rumah minimalis Anda tidak hanya akan terlihat indah, tetapi juga menjadi oase pribadi yang menenangkan di tengah hiruk pikuk kota. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, tanaman hias yang bagus untuk teras rumah minimalis di iklim panas Indonesia.

Rekomendasi Tanaman Hias Tahan Panas untuk Teras Rumah Minimalis

Tanaman Hias yang Tidak Ada Ulatnya: Cantik, Wangi, dan Bebas Hama (Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/plants-in-clay-pots-9707245/)

Memilih tanaman hias yang tepat untuk teras rumah minimalis di iklim tropis seperti Indonesia adalah kunci. Berikut adalah beberapa pilihan tanaman yang tidak hanya indah, tetapi juga tangguh menghadapi panas:

Kaktus

Kaktus dikenal sebagai tanaman yang sangat tahan panas dan kekeringan, menjadikannya pilihan ideal untuk teras rumah di iklim tropis. "Kaktus adalah tanaman sukulen yang dapat menyimpan air di batangnya, sehingga sangat tahan terhadap kondisi kering dan panas," menurut gardeningknowhow.com.

Bentuknya yang unik dan variatif cocok untuk pot kecil maupun dekorasi bergaya boho tropis. "Kaktus memiliki beragam bentuk dan ukuran, dari yang kecil hingga besar, menjadikannya pilihan dekoratif yang fleksibel," tambah thespruce.com.

Untuk perawatan, siram kaktus 1–2 kali seminggu, atau saat media tanam benar-benar kering. "Penyiraman kaktus harus dilakukan secara moderat, biarkan tanah mengering sepenuhnya di antara penyiraman," saran gardeningknowhow.com.

Gunakan media tanam berpasir yang memiliki drainase baik dan pot berlubang. "Media tanam yang ideal untuk kaktus adalah campuran tanah berpasir atau khusus sukulen yang memastikan drainase cepat," jelas thespruce.com.

Letak Ideal: Area dengan sinar matahari penuh, karena kaktus membutuhkan banyak sinar matahari langsung untuk tumbuh dengan baik.

Lidah Buaya (Aloe Vera)

Daun lidah buaya yang tebal dan menyimpan air menjadikannya sangat tahan terhadap panas ekstrem. "Lidah buaya adalah tanaman sukulen yang menyimpan air di daunnya yang berdaging, memungkinkannya bertahan dalam kondisi kering dan panas," menurut medicalnewstoday.com.

Selain tampilannya yang menarik, lidah buaya juga dikenal memiliki khasiat penyembuhan luka dan iritasi kulit.

Perawatannya cukup mudah: siram saat tanah mulai kering. "Lidah buaya tidak membutuhkan banyak air; siram hanya ketika tanah di bagian atas pot terasa kering," saran thespruce.com. Letakkan di tempat terang tetapi tidak terlalu panas. "Tanaman lidah buaya tumbuh paling baik di lokasi yang menerima cahaya terang, tetapi hindari sinar matahari langsung yang intens yang dapat membakar daunnya," jelas gardeningknowhow.com.

Letak ideal: Sudut teras dengan cahaya terang adalah letak idealnya.

Sukulen

Keluarga tanaman mini ini sangat cocok untuk teras rumah minimalis karena ukurannya yang ringkas dan beragam bentuk serta warna yang menarik. "Sukulen adalah pilihan populer untuk taman kontainer dan teras karena perawatannya yang rendah dan beragam bentuk serta warna yang menarik," menurut bhg.com.

Perawatan: Sukulen cukup disiram seminggu sekali atau saat tanah kering. "Sukulen membutuhkan penyiraman yang jarang, biasanya setiap satu hingga dua minggu, tergantung pada kondisi lingkungan," kata thespruce.com. Pastikan tanah tidak tergenang air, karena "Drainase yang baik sangat penting untuk sukulen; mereka tidak mentolerir tanah yang tergenang air," jelas gardeningknowhow.com.

Letak ideal: Di rak bertingkat atau rak dinding gantung.

Lavender

Lavender tidak hanya cantik dan harum, tetapi juga dikenal dapat mengusir nyamuk. "Lavender adalah tanaman yang dikenal karena bunganya yang harum dan kemampuannya untuk mengusir serangga seperti nyamuk," menurut healthline.com.

Perawatan: Lavender menyukai sinar matahari penuh, membutuhkan "setidaknya enam hingga delapan jam sinar matahari langsung setiap hari," seperti yang disebutkan thespruce.com. Tanah harus porous dan tidak lembap. "Tanah yang berdrainase baik dan sedikit basa adalah yang terbaik untuk lavender; hindari tanah yang terlalu lembap," saran gardeningknowhow.com.

Letak ideal: Dekat kursi santai atau pintu masuk.

Kamboja Jepang (Adenium)

Bunga adenium yang lebat dan mencolok sangat cocok untuk memberikan aksen tropis modern pada teras. "Adenium obesum, atau mawar gurun, adalah tanaman sukulen yang menghasilkan bunga-bunga cerah dan mencolok, menjadikannya pilihan populer untuk lanskap tropis," menurut gardeningknowhow.com.

Perawatan: Hindari penyiraman berlebihan karena akarnya rentan busuk. "Penyiraman berlebihan adalah penyebab umum kematian adenium; biarkan tanah mengering sepenuhnya di antara penyiraman," saran thespruce.com. Pot besar dengan lubang drainase sangat disarankan, karena "Gunakan pot dengan lubang drainase yang baik untuk adenium untuk mencegah genangan air," jelas gardeningknowhow.com.

Letak ideal: Sisi teras yang mendapat sinar matahari langsung.

Zinnia

Bunga zinnia berwarna cerah ini mudah mekar dan cepat tumbuh, bahkan dari biji. "Zinnia adalah bunga tahunan yang mudah tumbuh dari biji dan menghasilkan bunga-bunga cerah dalam berbagai warna," menurut almanac.com.

Perawatan: Siram zinnia secara rutin saat pagi atau sore hari. "Zinnia membutuhkan penyiraman teratur, terutama selama periode kering, untuk mendorong pembungaan yang melimpah," kata gardeningknowhow.com. Berikan pupuk kompos setiap 2 minggu untuk menunjang pertumbuhan. "Pemberian pupuk kompos secara berkala dapat membantu zinnia tumbuh lebih kuat dan menghasilkan lebih banyak bunga," tambah thespruce.com.

Letak idealnya adalah area teras yang terkena matahari minimal 6 jam per hari.

Bougainvillea (Bunga Kertas)

Bougainvillea yang merambat dan penuh warna cocok untuk memberikan nuansa romantis pada pagar atau dinding teras. "Bougainvillea adalah tanaman merambat yang terkenal dengan bractea (daun termodifikasi) berwarna cerah yang mengelilingi bunga kecilnya, sering digunakan untuk menutupi dinding atau pagar," menurut gardeningknowhow.com.

Perawatan: Pangkas rutin agar tidak tumbuh liar. "Pemangkasan teratur diperlukan untuk menjaga bentuk bougainvillea dan mendorong pembungaan yang lebih baik," saran thespruce.com. Tanaman ini menyukai tanah yang cenderung kering. "Bougainvillea tumbuh subur di tanah yang berdrainase baik dan lebih suka kondisi yang sedikit kering di antara penyiraman," jelas gardeningknowhow.com.

Letak idealnya adalah di pot gantung atau dinding pagar.

Bunga Matahari

Bunga matahari dapat memberikan sentuhan dramatis dan energi positif di area luar rumah. "Bunga matahari adalah simbol kebahagiaan dan optimisme, dengan bunga-bunga besar yang mengikuti pergerakan matahari," menurut almanac.com.

Perawatan: Bunga matahari wajib mendapatkan sinar matahari penuh. "Bunga matahari membutuhkan setidaknya enam hingga delapan jam sinar matahari langsung setiap hari untuk tumbuh dengan baik," kata gardeningknowhow.com. Beri penyangga agar batang tidak roboh, terutama untuk varietas tinggi.

Letak idealnya adalah area yang tidak terhalang atap atau kanopi.

 

Tanaman Hias Tahan Panas untuk Teras Minimalis Lainnya

Ilustrasi bunga sri rejeki, tanaman hias. (Image by rawpixel.com on Freepik)

Euphorbia (Crown of Thorns)

Euphorbia adalah sukulen berduri yang berbunga merah atau pink, sangat tahan panas ekstrem. "Euphorbia milii, atau mahkota duri, adalah sukulen yang tangguh dengan bunga-bunga kecil berwarna cerah, mampu bertahan dalam kondisi kering dan panas," menurut gardeningknowhow.com.

Perawatan: Siram hanya saat tanah kering. "Siram mahkota duri hanya ketika tanahnya kering saat disentuh; tanaman ini tidak suka tanah yang terlalu basah," saran thespruce.com. Hindari tangan telanjang saat memangkas karena getahnya dapat mengiritasi kulit. "Getah putih dari mahkota duri dapat mengiritasi kulit, jadi disarankan untuk memakai sarung tangan saat memangkas," jelas gardeningknowhow.com.

Letak idealnya adalah di pot tanah liat di sudut yang terbuka.

Canna Lily

Bunga canna lily yang besar dengan warna mencolok memberikan kesan tropis mewah pada teras. "Canna lily adalah tanaman tropis yang menghasilkan bunga-bunga besar dan cerah, cocok untuk menciptakan tampilan eksotis di taman atau pot," menurut gardeningknowhow.com.

Perawatan: Canna lily menyukai cahaya terang. "Canna lily tumbuh paling baik di lokasi yang menerima sinar matahari penuh hingga sebagian," kata thespruce.com. Siram 2–3 kali seminggu, menjaga tanah tetap lembap. "Canna lily membutuhkan penyiraman teratur untuk menjaga tanah tetap lembap, terutama selama musim tanam," tambah gardeningknowhow.com.

Letak idealnya adalah deretan tepi teras atau samping pintu utama.

Kembang Sepatu (Hibiscus)

Bunga kembang sepatu yang besar dan merah menyala tampak kontras dan menarik di rumah bergaya tropis minimalis. "Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) adalah tanaman tropis yang populer dengan bunga-bunga besar dan mencolok, sering digunakan sebagai tanaman hias di daerah beriklim hangat," menurut gardeningknowhow.com.

Perawatan: Pangkas cabang yang terlalu rimbun untuk mendorong pertumbuhan bunga baru. "Pemangkasan kembang sepatu secara teratur membantu menjaga bentuk tanaman dan mendorong pembungaan yang lebih banyak," saran thespruce.com. Pupuk kandang dapat membantu merangsang pembungaan. "Pemberian pupuk organik seperti pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendorong produksi bunga pada kembang sepatu," jelas gardeningknowhow.com.

Letak idealnya adalah di pot besar di area terbuka.

Lili Paris (Spider Plant)

Daun lili paris yang menjuntai cocok untuk pot gantung dan dikenal mampu menyaring udara. Lili paris (Chlorophytum comosum) adalah tanaman hias populer yang dikenal karena daunnya yang menjuntai dan kemampuannya untuk membersihkan udara dalam ruangan.

Perawatan: Lili paris tahan panas dan kekeringan. Lili paris cukup toleran terhadap kekeringan dan dapat bertahan dalam kondisi panas, meskipun mereka lebih suka kelembaban sedang. Potong daun coklat agar tetap segar.

"Membuang daun yang menguning atau coklat pada lili paris membantu menjaga penampilan tanaman tetap rapi dan sehat," kata thespruce.com.

Letak idealnya adalah di gantungan di atap teras atau pinggir jendela.

Aglaonema (Sri Rejeki)

Daun aglaonema dengan corak merah atau hijau terang membuat tanaman ini tampil mencolok dan menjadi pilihan tanaman hias yang bagus untuk teras rumah minimalis. "Aglaonema, atau Chinese Evergreen, dihargai karena daunnya yang berwarna-warni dan pola yang menarik, menjadikannya tanaman hias yang populer," menurut gardeningknowhow.com.

Perawatan: Aglaonema cocok di tempat teduh parsial. Aglaonema tumbuh paling baik di lokasi dengan cahaya rendah hingga sedang, hindari sinar matahari langsung yang dapat membakar daunnya. Siram saat tanah mulai mengering. Siram aglaonema secara menyeluruh, lalu biarkan tanah mengering sebagian sebelum penyiraman berikutnya.

Letak idealnya adalah area yang sedikit ternaungi, seperti bawah atap teras.

Cemara Norfolk

Meskipun tergolong pohon, Cemara Norfolk cocok ditanam di pot besar untuk memberikan kesan sejuk dan hijau alami pada teras rumah minimalis. "Cemara Norfolk (Araucaria heterophylla) dapat ditanam sebagai tanaman pot di dalam ruangan atau di teras, memberikan tampilan pohon cemara yang elegan," menurut thespruce.com.

Perawatan: Beri pupuk organik 1 bulan sekali. "Pupuk organik dapat diberikan setiap bulan selama musim tanam untuk mendukung pertumbuhan cemara Norfolk," kata gardeningknowhow.com. Cemara Norfolk menyukai sinar matahari penuh. Cemara Norfolk membutuhkan cahaya terang, termasuk beberapa jam sinar matahari langsung setiap hari.

Letak idealnya adalah di sudut kanan-kiri teras.

Pentas

Pentas adalah tanaman semak kecil berbunga merah cerah yang dapat berbunga sepanjang tahun, menjadikannya pilihan tanaman hias yang bagus untuk teras rumah minimalis. Pentas (Pentas lanceolata), juga dikenal sebagai Egyptian Starcluster, adalah tanaman berbunga yang populer karena gugusan bunganya yang cerah dan kemampuannya untuk menarik kupu-kupu.

Perawatan: Siram setiap pagi untuk menjaga kelembaban tanah. "Pentas membutuhkan penyiraman teratur, terutama di iklim panas, untuk menjaga tanah tetap lembap," saran thespruce.com. Pentas dapat dirundukkan agar lebih rapi. "Pemangkasan dapat membantu menjaga bentuk pentas tetap kompak dan mendorong lebih banyak bunga," jelas gardeningknowhow.com.

Letak idealnya adalah di deretan depan teras atau taman kecil.

Tips Menanam dan Merawat Tanaman di Teras Rumah Minimalis

Merawat tanaman hias yang bagus untuk teras rumah minimalis memerlukan perhatian khusus terhadap beberapa aspek penting agar tanaman tumbuh subur dan teras tetap indah.

  • Gunakan Pot Berlubang: Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup untuk mencegah akar membusuk akibat genangan air. "Drainase yang baik sangat penting untuk kesehatan tanaman pot; lubang drainase di bagian bawah pot memungkinkan kelebihan air keluar," menurut extension.psu.edu. Media tanam bisa berupa campuran tanah, pasir, dan kompos untuk drainase dan nutrisi yang optimal. "Campuran tanah pot yang baik untuk sebagian besar tanaman hias harus mencakup bahan yang menyediakan drainase (seperti perlit atau pasir kasar) dan bahan yang menahan kelembaban serta nutrisi (seperti kompos atau lumut gambut)," jelas gardeningknowhow.com.
  • Pilih Ukuran Pot Sesuai Tanaman: Tanaman kecil cukup dengan pot berukuran 10–20 cm. Tanaman seperti kamboja atau cemara membutuhkan pot yang lebih besar agar stabil dan memiliki ruang tumbuh yang cukup. "Ukuran pot harus sesuai dengan ukuran tanaman; tanaman yang lebih besar membutuhkan pot yang lebih besar untuk menampung sistem akarnya dan mencegahnya menjadi terikat akar," saran thespruce.com.
  • Jangan Terlalu Sering Disiram: Banyak tanaman tahan panas justru tidak menyukai air berlebih. Siram hanya saat tanah mulai kering untuk mencegah busuk akar. "Penyiraman berlebihan adalah salah satu penyebab paling umum kematian tanaman pot; selalu periksa kelembaban tanah sebelum menyiram," kata gardeningknowhow.com.
  • Gunakan Pupuk Organik Berkala: Kompos, sekam bakar, atau pupuk kandang dapat diberikan setiap 2–4 minggu untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan tanaman. "Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang melepaskan nutrisi secara perlahan dan meningkatkan kesehatan tanah, bermanfaat bagi tanaman pot," menurut extension.umn.edu.
  • Pemangkasan: Buang daun atau bunga yang layu dan ranting yang mengganggu bentuk. Pemangkasan penting agar tanaman tetap sehat, rapi, dan mendorong pertumbuhan baru. "Pemangkasan membantu menjaga bentuk tanaman, mendorong pertumbuhan baru, dan menghilangkan bagian yang mati atau sakit," jelas thespruce.com.

Strategi Menata Tanaman di Teras Rumah Minimalis agar Estetik

Menata tanaman hias yang bagus untuk teras rumah minimalis dengan strategi yang tepat akan menciptakan suasana yang lebih tertata dan nyaman, memaksimalkan fungsi dan estetika ruang terbatas.

  • Kelompokkan berdasarkan tinggi: Letakkan tanaman tinggi seperti cemara atau kamboja di bagian belakang atau sudut teras. Tanaman kecil seperti sukulen bisa diletakkan di rak tengah atau depan. "Mengelompokkan tanaman berdasarkan tinggi menciptakan dimensi visual dan membantu setiap tanaman mendapatkan cahaya yang cukup," menurut bhg.com.
  • Gunakan rak bertingkat atau pot gantung: Ini adalah solusi efektif untuk menghemat tempat dan menciptakan kesan estetik, sangat cocok untuk teras rumah minimalis. "Rak bertingkat dan pot gantung memaksimalkan ruang vertikal, ideal untuk teras kecil atau minimalis," saran thespruce.com.
  • Campur jenis daun dan bunga: Kombinasi daun menjuntai, bunga warna-warni, dan daun lebar akan memberikan dimensi visual yang menarik dan dinamis. "Mencampur tekstur daun dan warna bunga yang berbeda menambah minat visual dan kedalaman pada penataan tanaman," jelas gardeningknowhow.com.
  • Gunakan pot dengan warna senada atau netral: Pot berwarna putih, cokelat tanah, atau hitam akan memberikan kesan bersih dan harmonis, mendukung estetika minimalis. "Pot dengan warna netral atau senada membantu menciptakan tampilan yang kohesif dan tidak mengalihkan perhatian dari tanaman itu sendiri," menurut thespruce.com.
  • Sisakan ruang untuk sirkulasi: Jangan penuhi seluruh area teras. Sisakan jalur agar mudah bergerak dan teras tidak terlihat semrawut. "Penting untuk meninggalkan ruang yang cukup untuk sirkulasi dan akses di teras agar tetap fungsional dan nyaman," saran bhg.com.

Pertanyaan Umum Seputar Tanaman Hias untuk Teras Rumah

1. Apakah tanaman hias di teras bisa tetap tumbuh subur meski terpapar polusi kendaraan?

Ya, tapi pilihlah tanaman yang dikenal sebagai penyerap polusi seperti Lidah Mertua, Spider Plant, atau Aglaonema. Selain tahan panas, tanaman ini dapat membantu menyaring udara di sekitar teras yang dekat dengan jalan raya atau area berpolusi tinggi.

2. Apa jenis tanaman hias yang aman untuk anak kecil dan hewan peliharaan?

Beberapa tanaman seperti Spider Plant, Zinnia, dan Lidah Buaya tergolong aman. Hindari tanaman berduri seperti Euphorbia atau yang mengandung getah beracun seperti Dieffenbachia, karena bisa berbahaya jika disentuh atau tertelan.

3. Bagaimana cara mencegah tanaman hias di teras cepat layu saat musim kemarau panjang?

Gunakan mulsa (serpihan kayu, sekam, atau batu kecil) di atas permukaan tanah untuk menjaga kelembapan. Selain itu, lakukan penyiraman pada pagi atau sore hari dan hindari penyiraman saat terik agar air tidak cepat menguap.

4. Bolehkah menggunakan pot daur ulang seperti ember bekas untuk tanaman teras?

Boleh, asal ember tersebut dilubangi bagian bawahnya untuk drainase. Agar lebih menarik, pot daur ulang bisa dicat ulang sesuai warna tema teras atau dibungkus dengan anyaman bambu/kain.

5. Berapa kali idealnya menata ulang susunan tanaman di teras rumah?

Kamu bisa menata ulang setiap 2–3 bulan sekali untuk menyegarkan tampilan dan menyesuaikan pertumbuhan tanaman. Ini juga menjadi momen untuk mengecek pot yang sudah sempit, memindahkan tanaman yang tumbuh terlalu besar, atau mengganti media tanam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya