5 Cerita Bintang Film Normal Woman, Termasuk Dion Wiyoko yang Mesti Threading Alis dan Waxing Ketiak

Film Normal Woman mengajak penonton menyelami kehidupan Milla (Marissa Anita), seorang sosialita yang kehidupannya tampak sempurna bersama sang suami (Dion Wiyoko).

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 28 Juli 2025, 21:00 WIB
Marissa Anita dalam konferensi pers film A Normal Woman. (dok. Netflix)

Liputan6.com, Jakarta Drama psikologis yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi, A Normal Womantelah dirilis pada 24 Juli 2025 di Netflix. Filmnya mengangkat tema-tema mendalam yang akrab dengan kehidupan, mulai dari seperti tekanan sosial, luka batin, serta pencarian jati diri yang dialami oleh perempuan modern.

Dalam film ini, penonton diajak menyelami kehidupan Milla (Marissa Anita), seorang sosialita yang kehidupannya tampak sempurna bersama sang suami (Dion Wiyoko). Namun ia terjebak dalam tekanan dari lingkungan sekitar, termasuk mertua yang dominan. Liliana (Widyawati).

Milla terus berpura-pura bahagia, sampai suatu saat, ia menyadari ada yang salah dengan dirinya. Ia kerap merasa gatal yang menyengat di leher, terteror pecahan kaca, dan kerap dihantui bayangan seorang perempuan penuh darah.

Tak hanya plot di atas layar, kisah di belakang layar film A Normal Woman pun menarik untuk disimak. Apa saja?


1. Pelajaran Hidup yang Diambil Marissa Anita

Poster film Netflix terbaru A Normal Woman. (Foto: Instagram / @netflixid)  

Dalam keterangan tertulis dari Netflix, Marissa Anita menceritakan bahwa ia membentuk karakter Milla dari diskusi dengan sang sutradara, Lucky Kuswandi. Ia juga  membaca buku The Myth of Normal karya Gabor Maté dan Daniel Maté, serta merefleksikan pengalaman hidupnya sendiri.

Dari perjalanan menghidupkan karakter Milla, ada pelajaran hidup yang didapat Marissa Anita.  “Setelah menjalani dan hidup bersama Milla sebelum dan selama syuting, dia mengajarkan saya tentang pentingnya autentisitas,” kata Marissa.


2. Dion Wiyoko Pertampan Diri

A Normal Woman. (dok. Netflix)

Dion Wiyoko menyebut bahwa tantangan terbesar yang mesti ia hadapi dalam film ini, justru dari segi fisik. 

"Saya harus membentuk tubuh supaya terlihat lebih toned, karena Jonathan adalah orang yang sangat memperhatikan penampilan. Jadi tubuhnya harus terlihat rapi dan terawat," tuturnya.

Ia menambahkan, "Saya harus mulai dari hal kecil seperti threading alis, waxing ketiak, sampai gaya berpakaian dan cara berdandan yang semuanya serba rapi. Persiapan fisik ini dimulai sejak akhir Januari 2024 dan saya langsung masuk gym."


3. Perbedaan Widyawati dengan Liliana

A Normal Woman. (dok. Netflix)

Widyawati menjelaskan, Liliana adalah karakter yang menciptakan jarak dengan sang menantu, Milla. Hal ini rupanya berbanding terbalik dengan dirinya.

"Bagi saya pribadi dalam pernikahan itu dua keluarga menjadi satu kesatuan, dan menantu saya anggap anak sendiri. Masalah dia adalah masalah bersama, harus bisa kami selesaikan bersama,” ujar sang aktris senior.

Lanjut Baca:

Mima Shafa rupanya merasa sangat terkait dengan karakter yang ia perankan dalam film ini, Angel. "Lucunya, aku langsung tertawa waktu baca character background-nya. Karena reaksiku adalah: 'Lah, ini mah gue'," ujarnya.  Ia terkenang, saat ia seusia dengan Angel, ia kerap mengalami hal serupa karakternya ini.  "Waktu aku seusia dia aku juga sering banget dibandingkan sama ibuku, yang kalau dilihat dari beauty standard Indonesia ya memang masuk banget: kulit putih, kurus, anggun. Pada masa-masa aku seumuran Angel, puberty wasn’t an easy start for me,"tutur putri Mona Ratuliu tersebut. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya