Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya terus melakukan penyidikan atas kasus tewasnya staf atau karyawan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yakni ADP (39). Korban diketahui tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan, untuk hasil laboratorium forensik sudah keluar.
Advertisement
"Kalau tadi dari penyelidik, untuk hasil labfor sudah keluar nanti akan disampaikan pada release. Mohon waktu, dalam waktu ini dari Direktorat Krimum akan langsung laksanakan rilis," kata Reonald kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (26/7).
Meski hasil laboratorium forensik (labfor) sudah keluar. Pihaknya masih melakukan sinkronisasi hingga mengumpulkan barang bukti.
"Jadi, pada untuk kasus diplomat untuk hasil labfor sudah, sekarang masih dalam meng-sinkronisasi, kemudian mengumpulkan semua alat bukti untuk menemukan fakta sebenarnya bagaimana," pungkasnya.
Janji Kapolda Metro
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto menargetkan, analisis forensik, autopsi, dan digital forensik kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) di indekos Menteng, Jakarta Pusat, rampung dalam waktu seminggu.
Dia menyatakan, saat ini tim forensik tengah mendalami sejumlah bukti, termasuk CCTV, laptop, dan handphone milik korban.
"Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan, insya Allah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya," ujar Karyoto kepada wartawan, Jumat (11/7).
Karyoto memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam penanganan kasus ini. Dia menegaskan, Polda Metro punya banyak pengalaman menangani kasus serupa dan saat ini melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Periksa Saksi
Sejauh ini, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk istri korban, tetangga kos, dan pemilik tempat kos. Polisi juga terus menelusuri jejak digital korban guna mengungkap motif dan kronologi sebenarnya dari kematian tragis yang masih menyimpan banyak tanda tanya.
"Biar kita pelajari dulu, setelah waktunya kita bisa membuat kesimpulan final, kita katakan ini, ini, ini, ini," pungkas Karyoto.
Sumber: Nur Habibie/Merdeka.com