Gunakan Sistem Pertanian Hidroponik Vertikal, Ladang Farm Hasilkan Dua Ton Sayuran Segar

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 25 Juli 2025, 15:15 WIB
Gunakan Sistem Pertanian Hidroponik Vertikal, Ladang Farm Hasilkan Dua Ton Sayuran Segar
Beragam sayuran ditanam menggunakan sistem pertanian hidroponik vertikal (vertical farming) di Jakarta Selatan, khususnya di Ladang Farm, menghasilkan panen hingga dua ton sayuran segar setiap bulannya. Sayuran seperti thai basil, italian basil, selada, shiso perilla, dan mint dipanen dari pertanian vertikal setinggi 18 meter ini. Hasil panen untuk memasok kebutuhan hotel, restoran, dan kafe di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sistem pertanian hidroponik vertikal ini memungkinkan produksi pangan berkelanjutan di perkotaan dengan memanfaatkan ruang vertikal dan teknologi modern.
Pekerja melakukan panen sayuran hidroponik pada area vertikal farming Ladang Farm di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (25/7/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Beragam sayuran ditanam menggunakan sistem pertanian hidroponik vertikal (vertical farming) di Jakarta Selatan, khususnya di Ladang Farm, menghasilkan panen hingga dua ton sayuran segar setiap bulannya. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sayuran seperti thai basil, italian basil, selada, shiso perilla, dan mint dipanen dari pertanian vertikal setinggi 18 meter ini. (merdeka.com/Arie Basuki)
Hasil panen untuk memasok kebutuhan hotel, restoran, dan kafe di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sistem pertanian hidroponik vertikal ini memungkinkan produksi pangan berkelanjutan di perkotaan dengan memanfaatkan ruang vertikal dan teknologi modern. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pertanian vertikal sangat efisien dalam penggunaan lahan karena menanam tanaman secara bertingkat. (merdeka.com/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya