Dampak Gempa Mag 6,0 Guncang Palu: 2.011 Warga Mengungsi, Belasan Rumah Rusak Parah

Selain itu, satu unit fasilitas pendidikan dan satu unit rumah ibadah dilaporkan mengalami rusak ringan.

oleh SupriatinDiperbarui 25 Juli 2025, 14:40 WIB
Poso diguncang gempa magnitudo 5,7

Liputan6.com, Jakarta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.011 warga mengungsi akibat gempa bumi bermagnitudo 5,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/7) malam.

“Data sementara sebanyak 609 Kepala Keluarga (KK) atau 2.011 jiwa mengungsi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Berdasarkan parameter awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat dengan mag M6,0. Namun setelah dilakukan pemutakhiran, magnitudo resmi diperbarui menjadi M5,7.

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB dalam peristiwa tersebut, ada empat warga mengalami luka ringan. Saat ini mereka masih menjalani perawatan.

Dia menjelaskan, sebanyak 14 rumah rusak berat dan 21 rumah rusak ringan. Selain itu, satu unit fasilitas pendidikan dan satu unit rumah ibadah dilaporkan mengalami rusak ringan masing-masing tersebar di Desa Tokilo dan Tindoli, Kecamatan Pamona Tenggara, serta Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan.

"Proses pendataan masih dilangsungkan," kata dia, dikutip dari Antara.

Gempa Susulan

BMKG melaporkan, gempa bumi utama terjadi Kamis (24/7) pukul 20.06 WIB dengan pusat gempa di darat wilayah Poso pada kedalaman 10 kilometer, tepatnya di koordinat 2,01 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,78 derajat Bujur Timur.

Hasil analisis BMKG menyatakan, gempa tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di zona Sesar Poso, dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Sedikitnya ada sebanyak 11 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,5 magnitudo dan terkecil 2,4 magnitudo setelah gempa utama.

Tak Picu Tsunami

Dampak guncangan gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah. Di Poso, Kolonodale, dan Mangkutana, tercatat skala intensitas IV–V MMI atau dirasakan oleh hampir seluruh penduduk.

Di Palopo, Toraja, Mappadeceng, dan Bungku skala intensitas mencapai III–IV MMI, sementara di Palu tercatat II–III MMI.

BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya