Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Jumat, (25/7/2025) pukul 07.45 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau berada di zona merah.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) mengalami tekanan. Bitcoin turun 0,88 persen dalam 24 jam dan melemah 1,76 persen dalam sepekan. Saat ini, harga Bitcoin berada di level Rp 1,92 miliar.
Advertisement
Kebalikannya, Ethereum (ETH) justru menguat. ETH naik tipis 0,92 persen sehari terakhir dan 4,60 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 59,77 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) melemah 1,11 dalam 24 jam terakhir tetapi masih terhitung naik 6,03 persen dalam sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 12,53 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona merah. ADA turun 1,92 persen dalam sehari dan 4,95 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 13.108 per koin.
Adapun Solana (SOL) juga melemah dalam 24 jam tetapi masih bertahan di zona hijau dalam sepekan. SOL turun 4,35 persen dalam sehari dan naik 2,10 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,96 juta per koin.
XRP mengalami tekanan dalam setelah menghijau di awal pekan. XRP turun 2,31 persen dan 12,43 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 51.053 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) juga mengalami tekanan. Dalam satu hari terakhir DOGE melemah 5,04 persen tetapi masih naik 3,75 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 3.748 per token.
Harga kripto hari ini stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya menguat masing-masing 0,22 dan 0,23 persen.
Analis Wall Street: Bitcoin Bisa Jadi Pelindung Saat Krisis Keuangan AS
Sebelumnya, analis keuangan terkenal dari Wall Street, Jim Cramer, menyatakan bahwa Bitcoin punya potensi bertahan dan bahkan jadi penyelamat saat krisis keuangan melanda Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari U.Today, Kamis (24/7/2025), Cramer mengaku bahwa ia telah membeli banyak Bitcoin karena semakin khawatir dengan defisit anggaran AS yang terus membengkak. Saat ini, utang nasional AS telah menyentuh angka USD 37 triliun—angka yang dianggap mengkhawatirkan oleh banyak ekonom dan investor.
"Saya membeli banyak karena sangat khawatir dengan defisit itu," ujar Cramer kepada rekan seprofesinya, David Faber.
Cramer, yang sebelumnya sempat meragukan kripto, kini justru melihat Bitcoin sebagai bentuk perlindungan—terutama jika kondisi ekonomi AS memburuk. Menurutnya, Bitcoin bisa menjadi aset yang aman saat nilai dolar makin tergerus oleh utang dan inflasi.
Investasi Jangka Panjang
Ia juga mengatakan bahwa salah satu motivasinya membeli Bitcoin adalah untuk masa depan anak-anaknya, sebagai bentuk investasi jangka panjang.
Pandangan Cramer ini sejalan dengan sebagian pendukung Bitcoin lainnya, yang khawatir bahwa kebijakan baru pemerintah AS—seperti pengesahan undang-undang pajak dan belanja tambahan—justru akan memperparah beban utang negara.
Menariknya, perubahan pandangan Cramer terhadap Bitcoin dipengaruhi oleh Anthony Pompliano, seorang influencer kripto terkemuka, yang berhasil meyakinkannya bahwa kripto bisa menjadi aset bernilai di masa depan.