Liputan6.com, Jakarta Gerai sembako Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, mendadak dibongkar paksa oleh mitra kerja samanya, PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), merupakan unit usaha dari Ponpes Sunan Drajat Lamongan.
Penutupan koperasi tersebut terjadi sehari setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih secara daring. Di mana, pemicu utama masalah itu karena pihak Sunan Drajat merasa tidak dihargai oleh pihak desa setempat.
Advertisement
Akhirnya, seluruh barang dagangan yang berada di dalam gerai koperasi ditarik keluar untuk dialihkan ke tempat lain. Bahkan, papan nama yang bergambar Prabowo Subianto juga ikut diturunkan setelah memutuskan kontrak kerja sama berakhir.
"Kami putuskan untuk menarik diri," ungkap Direktur Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Anas Al Khifni, Rabu (23/07)
Dia menceritakan sejak awal mendukung penuh berdirinya KDMP di Desa Pucangan tersebut. Namun, saat daring peresmian kelembagaan Koperasi Merah Putih di hadapan Presiden Prabowo, Senin (21/7), mereka justru menyampaikan bahwa support tersebut berasal dari pihak luar.
"Mereka tidak menyebutkan nama PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat. Padahal, mulai awal pendampingan hingga berdiri sampai diresmikan adalah murni kami support penuh," ungkap Anas Al Khifni.
Kekecewaan itu membuat manajemen PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat mengambil sikap tegas, memutus kontrak perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada tanggal 31 Januari 2024.
"Kami telah memberikan banyak kontribusi dalam proses perencanaan, pendirian, pengurusan legalitas, kegiatan operasional, tetapi hal tersebut tidak diakui," ungkap Anas Al Khifni dengan nada kecewa.
Kendati demikian, pihak Sunan Drajat tetap berkomitmen untuk men-support program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo, untuk menggerakkan perekonomian di tingkat desa.
"Kam tetap akan support Kopdes Merah Putih yang digagas oleh Pak Presiden RI Prabowo Subianto, dan alhamdulillah saat ini sudah ada di beberapa titik yang sudah kami support," tegasnya.
Kades Buka Suara
Sementara itu, Kepala Desa Pucangan Santiko menyampaikan permohonan maaf atas sikapnya. Dia pun mengaku berdirinya koperasi ini tidak lepas dari support PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat.
"Mohon maaf jika ada hal yang kurang tepat. Sejak awal sampai koperasi terbentuk berkat support dari PPSD," pungkasnya.