Alasan BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham CDIA

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan suspensi saham CDIA pada 23 Juli 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 Juli 2025, 19:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil langkah dengan menghentikan sementara perdagangan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada Rabu, (23/7/2025).

Keputusan ini diambil setelah saham CDIA menunjukkan peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Suspensi saham ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk perlindungan bagi para investor di pasar modal. BEI berupaya memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan kembali keputusan investasi mereka di tengah volatilitas harga yang tinggi.

Langkah ini menjadi sorotan mengingat kinerja saham CDIA yang melonjak sebelum suspensi diberlakukan. Penghentian perdagangan ini diharapkan dapat menciptakan kondisi pasar yang lebih kondusif dan transparan bagi semua pihak yang berkepentingan.

BEI menuturkan, suspensi saham CDIA dilakukan seiring peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham CDIA dan sebagai bentuk perlindungan investor. Seiring hal itu, BEI memandang perlu suspensi saham CDIA.

"Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” demikian seperti dikutip.

Berdasarkan data Google Finance, saham CDIA ditutup melonjak 55,38% dalam lima hari terakhir ke posisi Rp 1.515 per saham. Kapitalisasi pasar saham CDIA mencapai Rp 189,12 triliun.

Saham CDIA dan COIN Kembali ARA

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) masih melanjutkan penguatan sejak Initial Public Offering (IPO). Pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025 kedua saham tersebut kembali menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

Melansir data dari Stockbit, CDIA berada pada harga Rp 1.215 per saham, menguat 24,62 persen atau 240 poin. Dalam sepekan terakhir CDIA telah menguat 143 persen atau 715 poin.

Sedangkan untuk saham COIN berada pada harga Rp 735 per saham, menguat 24,58 persen atau 145 poin. Dalam sepekan terakhir COIN telah menguat 141,78 persen atau 431 poin.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham dua emiten, yakni PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), pada Kamis, 17 Juli 2025 karena terjadinya lonjakan harga kumulatif yang signifikan.

Seperti diketahui, kedua saham tersebut terus mengalami penguatan sejak IPO pada 9 Juli 2025 lalu. Dalam pengumuman resmi yang dirilis BEI, suspensi perdagangan dilakukan sebagai langkah cooling down demi melindungi investor. Suspensi berlaku di seluruh pasar, yakni Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” tulis BEI dalam keterangan terpisah terkait COIN dan CDIA.

 

 

Imbauan BEI kepada Investor

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa juga mengimbau seluruh pihak untuk terus memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten agar keputusan investasi dilakukan secara rasional dan berdasar informasi yang memadai. BEI belum menyebutkan kapan perdagangan kedua saham akan kembali dibuka.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya