5 Pernyataan Presiden Prabowo Terkait Mafia Pangan, Soroti Pengusaha Beras Oplosan

Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025.

oleh Virghita Pragiwaka GutamaDiterbitkan 23 Juli 2025, 16:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau beras Bulog yang disitribusikan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/Kopdes Merah Putih). (Dok Bulog)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran 80.000 Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, ada sejumlah hal yang disorot Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya dia menyoroti praktik curang beras oplosan yang selama ini merugikan negara.

Prabowo Subianto mengungkapkan total kerugian yang dialami negara akibat beras oplosan mencapai Rp100 triliun per tahunnya. Prabowo pun kesal karena pemerintah setengah mati mencari uang untuk menambah kas negara.

"Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh ekonomi Indonesia, kerugian oleh bangsa Indonesia, kerugian oleh rakyat Indonesia adalah Rp100 triliun tiap tahun. Menteri Keuangan, kita setengah mati cari uang setengah mati, pajak inilah, bea cukai inilah dan sebagainya, ini 100 triliun," ujar Prabowo Subianto saat peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2025. Ia menyebut, tindakan ini merupakan bentuk pengkhianatan kepada bangsa dan masyarakat. Prabowo juga menyebut hal ini merupakan upaya membuat Indonesia lemah dan miskin.

"Saya anggap ini adalah penghianat kepada bangsa dan rakyat, ini adalah upaya untuk membuat Indonesia terus lemah terus miskin. Saya tidak terima, saya disumpah di depan rakyat untuk memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala perundang-undangan dan peraturan yang berlaku," kata Prabowo.

Oleh karena itu, dia siap menyita penggilingan-penggilingan padi apabila tak ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara.

"Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung usut, tindak. Kalau mereka kembalikan 100 triliun itu oke. Kalau tidak kita sita itu penggiling-penggiling padi yang brengsek itu," tutur Prabowo.

Berikut sederet pernyataan Presiden Prabowo soal mafia pangan saat peluncuran Kopdes Merah Putih dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Soroti Beras Oplosan: Kerugian Capai Rp100 Triliun

Presiden Prabowo Subianto meninjau beras Bulog yang disitribusikan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/Kopdes Merah Putih). (Dok Bulog)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan total kerugian yang dialami negara akibat beras oplosan mencapai Rp100 triliun per tahunnya. Prabowo pun kesal karena pemerintah setengah mati mencari uang untuk menambah kas negara.

"Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh ekonomi Indonesia, kerugian oleh bangsa Indonesia, kerugian oleh rakyat Indonesia adalah Rp100 triliun tiap tahun. Menteri Keuangan, kita setengah mati cari uang setengah mati, pajak inilah, bea cukai inilah dan sebagainya, ini 100 triliun," ujar Prabowo Subianto saat peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2025.

Prabowo menuturkan uang hasil beras oplosan tersebut hanya dinikmati 5 kelompok usaha, sementara negara mengalami kerugian besar setiap tahunnya. Prabowo membayangkan uang Rp100 triliun bisa digunakan untuk memperbaiki 100.000 sekolah di Indonesia.

"Bisa bayangkan enggak, kalau kita tertibkan ini, kita punya Rp100 triliun setiap tahun, 5 tahun kita punya Rp1.000 triliun. Menteri Keuangan kita perbaiki sekolah. (Sekarang) Kita hanya mampu memperbaiki 11.000 sekolah tahun ini anggarannya Rp19 triliun, Rp19 triliun," kata Prabowo.

"Kalau saya punya Rp100 triliun tiap tahun berarti kita bisa perbaiki 100.000 sekolah, kita punya 330.000 sekolah, dalam 3 setengah tahun kita akan perbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia," sambung Prabowo.

 

2. Perintahkan Kejagung Usut Tuntas Kasus Beras

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Partai Gerindra dan PDIP adalah adik kakak di depan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat peluncuran 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). (Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto geram dengan kasus pengoplosan beras biasa dilabeli beras premium. Ia pun memerintahkan Jaksa Agung serta Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini karena sudah termasuk kategori pidana dan penipuan.

"Beras biasa dibungkus dikasih stempel beras premium dijual Rp5.000, di atas harga eceran tertinggi. Ini kan penipuan ini adalah pidana. Saya minta Jaksa Agung dan Kapolri usut dan tindak ini pidana," kata Prabowo.

Lalu, dia menyebut, tindakan mengoplos beras merupakan bentuk pengkhianatan kepada bangsa dan masyarakat. Prabowo menuturkan, hal ini merupakan upaya membuat Indonesia lemah dan miskin.

"Saya anggap ini adalah penghianat kepada bangsa dan rakyat, ini adalah upaya untuk membuat Indonesia terus lemah terus miskin. Saya tidak terima, saya disumpah di depan rakyat untuk memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala perundang-undangan dan peraturan yang berlaku," papar Prabowo.

 

3. Sebut Pengoplos Beras Adalah Pengkhianat Bangsa

Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). (Youtube Sekretariat Presiden)

Prabowo geram dengan kasus beras oplosan yang diubah dari jenis biasa menjadi premium.

"Beras biasa dibungkus dikasih stempel beras premium dijual Rp5.000, di atas harga eceran tertinggi. Ini kan penipuan ini adalah pidana. Saya minta Jaksa Agung dan Kapolri usut dan tindak ini pidana," kata Prabowo.

Dia menyebut tindakan mengoplos beras merupakan bentuk pengkhianatan kepada bangsa dan masyarakat. Prabowo menuturkan hal ini merupakan upaya membuat Indonesia lemah dan miskin.

"Saya anggap ini adalah pengkhianat kepada bangsa dan rakyat, ini adalah upaya untuk membuat Indonesia terus lemah terus miskin. Saya tidak terima, saya disumpah di depan rakyat untuk memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala perundang-undangan dan peraturan yang berlaku," ucap Prabowo.

Prabowo menuturkan total kerugian negara akibat tindakan mengoplos beras tersebut mencapai Rp100 triliun. Dia pun siap menyita penggilingan-penggilingan padi apabila tak ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara.

"Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung usut, tindak. Kalau mereka kembalikan 100 triliun itu oke. Kalau tidak, kita sita itu penggiling-penggiling padi yang berengsek itu," tutur Prabowo.

 

4. Ancam Penggilingan Padi yang Nakal, Akan Sita Jika Tak Tertib

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya akan menyita penggiling-penggiling padi yang tidak tertib dan patuh terhadap kepentingan negara. Khususnya, kata dia, penggilingan padi yang mencari keuntungan besar.

"Kalau penggiling padi tidak mau tertib, tidak mau patuh terhadap kepentingan negara, ya saya gunakan sumebr hukum ini saya katakan, saya akan sita penggilingan-penggilingan padi itu, saya akan sita," ujar Presiden Prabowo.

Dia mengaku mendapatkan laporan bahwa ada penggilingan padi yang bandel atau nakal. Bahkan, kata Prabowo, satu penggilingan padi yang nakal itu bisa meraup keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan.

"Jadi berapa bulan lalu 2,5 bulan lalu saya dapat laporan, pak harga dasar gabah kering giling sudah bagus Rp6.500, ada yang bandel-bandel, tapi kita tertibkan. Kita tertibkan dengan apa? Kita tertibkan dengan UUD 1945, khususnya pasal 33," ucap Prabowo.

Dia meminta pendapat Ketua Mahkamah Agung (MA) dan para hakim agung apa saja cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Presiden Prabowo mendapat jawaban dari penasehatnya bahwa beras dan penggilingan padi termasuk produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak.

"Jadi saya tanya ke penasehat saya apakah beras, apakah penggiling padi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak, apakah beras itu mempengaruhi hajat hirup orang banyak atau tidak, Oh iya beras kalau enggak makan gimana, berarti penggiling padi adalah cabang produsi penting bagi orang banyak dan menguasai hajat hidup orang bayak," kata dia.

Prabowo menekankan dirinya siap menyita penggilingan padi dan menyerahkannya ke koperasi apabila tetap nakal dan tak tertib. Dia meyakini tindakannya benar karena para penggilingan padi telah mencari keuntungan besar.

"Akan saya serahkan kepada koperasi utk dijalankan, dan saya tidak salah saya bener karena mereka mencari keuntungan yang luar biasa," terang Prabowo.

 

5. Sindir Pengusaha Rakus, Beri Nama 'Serakahnomics'

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peluncuran kelembagaan 80 ribu Kopdes Merah Putih di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). (Liputan6.com/Nayla)

Presiden Prabowo Subianto menyindir pengusaha-pengusaha yang menganut mazhab 'serakahnomics' karena mencari keuntungan besar di atas penderitaan masyarakat. Menurut dia, pengusaha-pengusaha tersebut tak perlu diperlakukan dengan baik.

"Ini sudah bukan pengusaha yang benar ini bukan bisnis ini bukan entrepreneurship ini adalah keserakahan ini adalah serakah. Jadi ini bukan mazhab ekonomi lagi, ini enggak diajarkan di fakultas-fakultas," kata Prabowo Subianto.

"Ada yang mengatakan ada mazhab ekonomi liberal, neoliberal, pasar bebas, sosialis ekonomi komando dan sebagainya. Ini bukan, ini lain, saya beri nama 'serakahnomics'. Ini adalah serakahnomics, ini enggak perlu kita kasih perlakuan yang baik," sambungnya.

Prabowo mengaku telah memberi peringatan kepada para pengusaha agar mematuhi peraturan undang-undang dalam berusaha. Prabowo pun menyebut para pengusaha serakah sebagai parasit dan vampir ekonomi.

"Masa tega petani setengah mati, rakyat kita masih banyak yang susah ada yang mau cari keuntungan di atas penderitaan rakyat itu namanya adalah mengisap darah rakyat. Itu adalah menurut saya parasit pengisap darah, vampir. Vampir ekonomi," ucap Prabowo.

Prabowo menjelaskan apabila pengusaha tertib dan mematuhi aturan, maka akan menguntungkan Indonesia. Salah satunya, memperbaiki ratusan ribu sekolah di Indonesia.

Dia mencotohkan kasus beras oplosan yang merugikan negara Rp100 triliun per tahun. Prabowo menyebut sebanyak 100.000 sekolah bisa diperbaiki dengan anggaran Rp100 triliun.

"Kalau saya punya Rp100 triliun tiap tahun berarti kita bisa perbaiki 100.000 sekolah. Kita punya 330.000 sekolah dalam 3 setengah tahun kita akan perbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia," tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, para pengoplos beras biasa menjadi premium ini telah melakukan sabotase ekonomi karena menimbulkan kerugian besar. Prabowo pun meminta Jaksa Agung dan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Ini yang kita anggap sabotase ekonomi Indonesia, menikam rakyat dari belakang dan ini kita harus hentikan. Jaksa Agung dan Kapolri, saya yakin saudara setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Saya yakin kau setia kepada kedaulatan bangsa Indonesia usut, tindak," pungkas Prabowo.

INFOGRAFIS JOURNAL Negara dengan Konsumsi dan Produksi Beras Jadi Nasi Terbanyak di Dunia (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya